mutasi kromosom
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam
nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa
keberkahan, baik dikehidupan dunia maupun kehidupan diakhirat kelak, sehingga
semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan
penuh manfaat. Berkat nikmat dan karunia-Nya serta dorongan dari semua pihak,
kami (Kelompok) dapat menyelesaikan makalah MUTASI KROMOSOM
Kami
menyadari sekali, di dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan
serta banyak kekurangannya, baik dari segi tata Bahasa maupun dalam hal
pengkondisian kepada dosen serta teman-teman sekalian. Harapan yang paling
besar dari kami, mudah-mudahan apa yang kami tulis ini bermanfaat bagi pembaca
sekalian.
DAFTAR
ISI............
KATA
PENGANTAR......................................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................................
Pendahuluan ....................................................................................................................................
1. Mutasi karena Perubahan Jumlah
Kromosom.......................................................................
1.
Euploidi.................................................................................................................................
2.
Aneuploid...................................................................................................................
2.1.
Sindrom
turner...................................................................................................
2.2.
Sindrom
Klinefelter........................................................................................
2.3.
Sindrom
edwards............................................................................................
2.4.
Sindrom
down ..............................................................................................
2.5.
Sindrom patau..............................................................................................
2. Mutasi karena Perubahan Struktur Kromosom.................................................................
1. Inversi..........................................................................................................................
1.1.
Inversi Perisentrik..............................................................................................
1.2.
Inversi Parasentrik ...................................................................................................
2. Translokasi..................................................................................................................
2.1.
Translokasi Homozigot.........................................................................................
2.2.
Translokasi Heterozigot.......................................................................................
2.3.
Translokasi Resiprok...............................................................................................
2.4.
Translokasi Robertson..........................................................................................
3.
Duplikasi.....................................................................................................................
4.
Delasi..........................................................................................................................
4.1. Actino
mongolisme..................................................................................................
4.2.
Sindrom
cri-du-chat............................................................................................
5.
Isokromosom................................................................................................................
6.
Katenasi......................................................................................................................
1. PENDAHULUAN
Penyebab terjadinya mutasi kromosom
antara lain adanya gangguan fisik dan kimia sehingga terjadi kesalahan di dalam
pembelahan sel yang mengakibatkan struktur kromosom rusak dan jumlah kromosom
berubah. Pada prinsipnya mutasi pada kromosom terdiri atas dua macam yaitu:
a.
Mutasi karena Perubahan Jumlah Kromosom
Mutasi yang terjadi karena perubahan
jumlah kromosom disebut ploidi, yang macamnya sebagai berikut:
1. Euploidi
Euploidi merupakan mutasi yang melibatkan
pengurangan atau penambahan dalam perangkat kromosom (genom). Jumlah kromosom
di dalam genom pada masing-masing jenis organisme berbeda-beda, misalnya pada
tumbuhan kentang adalah 12, apel adalah 17, dan gandum adalah 7. Jumlah
kromosom di dalam genom pada beberapa jenis organisme dapat dilihat pada Tabel
di bawah ini!
|
Jumlah
Kromosom Dalam Genom Pada Beberapa Jenis
Tumbuhan |
Pada umumnya individu normal
mempunyai susunan kromosom 2n (diploid), tetapi terjadinya mutasi akan
menyebabkan sel kromosom dapat berubah. Perubahan tersebut terlihat pada Tabel
berikut.
Peristiwa poliploid ini dapat Anda
lihat pada Gambar berikut!
Proses
euploid terjadi karena faktor-faktor yang dapat mempengaruhi antara lain
pemberian zat kimia, misalnya kolkisin, penggunaan suhu tinggi dan dekapitasi.
Penggunaan kolkisin (colchicine) dapat mempengaruhi
pembelahan sel, khususnya menghalangi pembentukan gelendong pembelahan dan
menghambat terjadinya anafase. Karena hal tersebut maka kromatid tidak terpisah
ke kutub yang bersebelahan. Dekapitasi merupakan pemotongan tunas tanaman
sehingga tunas baru yang muncul adalah tetraploid (4n).
|
A. tanaman strawberry terkena
bahan kimia yang disebut colchicine.
B. karena pengaruh colchicine,
total non-disjungsi di meiosis menghasilkan gamet diploid (2n). Akibatnya, di
C .menjadi dua gamet diploid pada
saat pembuahan. Akhirnya di
D menjadi tanaman baru yang memiliki
empat set kromosom (4n).
|
Beberapa
contoh tanaman pada Gambar diatas menunjukkan contoh-contoh terjadinya euploid.
Contoh lain yaitu pada buah tomat, jeruk, apel, semangka, gandum, dan
lain-lain. Peristiwa euploid pada hewan misalnya terjadi pada insekta, katak,
yang akan menyebabkan berumur pendek, seperti pada peristiwa digini
(dibuahinya dua sel telur yang terlindung dalam satu plasma) dan diandri (dibuahinya
satu sel telur oleh dua sperma).
2. Aneuploid
Aneuploid merupakan mutasi kromosom
yang tidak melibatkan perubahan pada seluruh genom, tetapi terjadi hanya pada
salah satu kromosom dari genom. Pada pembelahan sel, kadang-kadang terjadi
gagal berpisah (nondisjunction). Gagal berpisah dapat terjadi pada meiosis
yaitu pada saat anafase. Gagal berpisah pada meiosis I ditandai dengan
peristiwa yaitu bagian-bagian dari sepasang kromosom yang homolog tidak
bergerak memisahkan diri sebagaimana mestinya. Gagal berpisah juga dapat
terjadi pada pasangan kromatid selama anafase meiosis II. Agar lebih jelas
perhatikan Gambar berikut:
Bila
kita perhatikan Gambar diatas, terlihat salah satu gamet menerima dua jenis
kromosom yang sama dari salah satu gamet yang lain. Apabila pada saat pembuahan,
gamet-gamet yang tidak normal bersatu dengan gamet yang normal lainnya maka
akan menghasilkan keturunan aneuploid yang memiliki jumlah kromosom yang tidak
normal.
Susunan kromosom tubuh normalnya adalah 2n, namun karena mutasi maka susunan kromosom menjadi berubah. Pada peristiwa aneuploidi terjadi pengurangan dan penambahan kromosom. Ada yang kekurangan satu kromosom, atau dua kromosom. Ada juga yang kelebihan satu kromosom atau dua kromosom.
Bentuk-bentuk peristiwa aneuploid berakhiran dengan somi, sehingga aneuploid disebut juga dengan aneusomi. Bentuk-bentuk peristiwa tersebut dapat Anda lihat pada Tabel bawah ini!
|
Bentuk-Bentuk
Aneuploid
|
Peristiwa aneuploid dapat terjadi karena
hal-hal berikut ini.
a) Pada saat anafase meiosis I, salah satu kromatid tidak melekat pada gelendong sehingga jumlah kromosom ada yang berkurang dan ada yang mengalami kelebihan.
b) Pada saat terjadinya peristiwa gagal berpisah yaitu tidak terpisahnya kromosom homolog pada waktu profase meiosis I.
Peristiwa aneuploid dapat terjadi
pada manusia, sehingga mengakibatkan sindrom, di antaranya sebagai berikut.
Sindrom turner
Sindrom turner ditemukan oleh H.H.
Turner pada tahun 1938. Sindrom ini terjadi pada individu yang
kehilangan kromosom Y sehingga hanya mempunyai kromosom X. Individu pada
penderita sindrom turner berjenis kelamin perempuan. Sindrom turner memiliki
susunan kromosom 22AA + XO atau 45,XO. Penderita sindrom turner memiliki
karakteristik antara lain:
(1) gonad abnormal dan steril;
(2) tubuh pendek;
(3) payudara tidak berkembang dengan baik;
(4) memiliki leher yang bersayap;
(5) Terjadi keterbelakangan mental;
(6) Terdapat kelainan kardiovaskuler.
Agar lebih jelas tentang kelainan tersebut dapat Anda perhatikan Gambar berikut!
Sindrom Klinefelter
Sindrom ini ditemukan oleh Klinefelter
pada tahun 1942. Sindrom klinefelter merupakan suatu keadaan pada individu yang
mempunyai kelebihan satu kromosom, sehingga susunan kromosomnya adalah 22AA +
AAY atau 47,XXY. Sindrom klinefelter terjadi pada seorang laki-laki. Penderita
ini memiliki 47 kromosom, termasuk satu kromosom Y dan dua kromosom X.
Penderita sindrom klinefelter memiliki ciri-ciri antara lain:
(1) memiliki ukuran tubuh yang tinggi;
(2) memiliki tangan dan kaki yang lebih panjang;
(3) gonad tidak berkembang sehingga bersifat steril;
(4) payudara berkembang;
(5) terjadi keterbelakangan mental.
Agar lebih jelas tentang kelainan tersebut, Anda dapat memperhatikan Gambar di bawah ini!
Sindrom edwards
Sindrom edwards ditemukan oleh I.H.
Edwards. Penderita sindrom ini mengalami peristiwa trisomi pada
kromosom ke-16, 17, dan 18.
Sindrom edwards memiliki ciri-ciri
antara lain:
(1) berumur pendek, usia rata-rata hanya 6 bulan;
(2) tengkorak berbentuk agak lonjong;
(3) memiliki bentuk mulut yang lebih kecil;
(4) bentuk dada pendek dan lebar;
(5) memiliki letak telinga yang lebih rendah.
(1) berumur pendek, usia rata-rata hanya 6 bulan;
(2) tengkorak berbentuk agak lonjong;
(3) memiliki bentuk mulut yang lebih kecil;
(4) bentuk dada pendek dan lebar;
(5) memiliki letak telinga yang lebih rendah.
Sindrom down
Sindrom down ini mula-mula diteliti
oleh Langdon Down pada tahun 1866. Kondisi ini diberi istilah idiot
mongoloid. Keadaan yang terjadi penderita pada sindrom down disebabkan karena
adanya suatu ekstra kopi salah satu kromosom yang terkecil pada trisomi 21.
Kariotipe pada penderita sindrom down dapat dilihat pada Gambar berikut:
Penderita sindrom down akan memiliki karakteristik seperti berikut.
(1) Pada bayi yang baru lahir terdapat garis-garis pada kedua telapak tangannya yang disebut dengan sidik dermatoglifik.
(2) Memiliki badan yang pendek.
(3) Memiliki bentuk wajah agak bulat.
(4) Memiliki bentuk mata yang sipit.
(5) Keadaan mulut sering terbuka.
(6) Memiliki kelainan pada jantung.
(7) Biasanya memiliki IQ rendah yaitu di bawah 75.
(8) Aktivitas geraknya lamban.
(9) Memiliki hidup yang lebih pendek daripada individu yang normal, yaitu sekitar 16 tahun.
(7) Biasanya memiliki IQ rendah yaitu di bawah 75.
(8) Aktivitas geraknya lamban.
(9) Memiliki hidup yang lebih pendek daripada individu yang normal, yaitu sekitar 16 tahun.
Ciri-ciri
penderita sindrom down dapat Anda lihat pada Gambar di bawah ini!
|
Bentuk
kelainan pada sindrom down
|
|
|
Peningkatan umur ibu yang
mengandung janin diduga mengakibatkan tendensi bagi terjadinya penyimpangan
ini. Korelasi antara kejadian sindrom down dan umur bapak adalah kecil.
Korelasi antara penderita sindrom down dengan umur ibu dapat terlihat pada
Gambar berikut ini!
|
|
|
Grafik
kejadian sindrom down pada kelahiran
|
|
|
Sindrom patau
Sindrom patau merupakan suatu
keadaan pada individu yang mengalami trisomi pada kromosom ke-13, 14, dan 15.
Penderita sindrom patau memiliki karakteristik sebagai berikut.
(1) Berumur pendek, umumnya meninggal
pada usia 3 bulan.
(2) Memiliki polidaktili.
(3) Ukuran struktur otak lebih
kecil.
(4) Mengalami keterbelakangan
mental.
(5) Bagian bibir memiliki celah.
(6) Mengalami kelemahan pada
jantung dan kelainan pada usus.
b. Mutasi karena Perubahan Struktur
Kromosom
Perubahan struktur kromosom
mengakibatkan kerusakan bentuk kromosom yang disebut aberasi. Beberapa
peristiwa perubahan struktur kromosom, antara lain seperti berikut.Perubahan
struktur kromosom mengakibatkan kerusakan bentuk kromosom yang disebut
aberasi. Beberapa peristiwa perubahan struktur kromosom, antara lain seperti
berikut.
1. Inversi
Inversi merupakan mutasi yang
terjadi karena perubahan letak gen akibat terpilinnya kromosom pada saat
meiosis sehingga terbentuk kiasma. Tipe kelainan kromosom ini sulit
diidentifikasi secara visual. Pada peristiwa inversi, urutan gen menjadi
terbalik yang disebabkan karena kromosom pecah menjadi dua bagian, bagian
tengahnya menyisip kembali dalam urutan terbalik. Proses inversi ini dapat
Anda lihat dengan jelas pada Gambar berikut:
|
|
|
Proses
inversi
|
|
|
Dari Gambar di atas terlihat
hasilnya adalah kromosom yang urutannya terbalik. Kromosom-kromosom homolog
kadang-kadang akan menunjukkan pembentukan gelang pada waktu sinapsis bila
salah satu kromosom mengandung urutan yang terbalik, seperti yang terlihat pada
Gambar di bawah ini!
|
|
|
Homolog-homolog
yang menunjukkan
pembentukan gelang pada waktu sinapsis |
|
|
Berdasarkan letak sentromernya,
inversi dapat dibedakan seperti berikut.
a. Inversi Perisentrik
Inversi ini terjadi karena dua
bagian yang patah terletak pada lengan kromosom yang berlainan sehingga
sentromer terdapat di antara dua bagian yang patah.
b. Inversi Parasentrik
Inversi ini terjadi karena dua
bagian yang patah terletak pada satu lengan kromosom.
2. Translokasi
Translokasi adalah peristiwa perpindahan
potongan kromosom menuju kromosom lain yang bukan homolognya. Translokasi
dapat menyebabkan kromosom yang terjadi lebih panjang atau lebih pendek dari
sebelumnya. Pada kondisi ini, sepotong kromosom terlepas dan menautkan diri
pada kromosom lain, seperti dapat Anda lihat pada Gambar berikut:
|
|
|
Proses
Translokasi
|
|
|
Proses tersebut menunjukkan
peristiwa translokasi yang melibatkan kromosom 15 dan 21. Suatu bagian dari
kromosom 21 bertaut pada kromosom 15.
Pada waktu meiosis, salah satu
gamet dapat menerima sepotong kromosom ekstra (tambahan). Jika gamet ini
terlibat dalam fertilisasi, maka zigot akan memiliki sepotong kromosom ekstra
seperti pada trisomi. Gamet yang dihasilkan dari meiosis dalam sel pada Gambar
diatas ada kemungkinan dapat hidup meskipun mengandung kromosom translokasi.
Seseorang yang tumbuh dari gamet tersebut disebut pembawa (carrier)
translokasi. Agar lebih jelas tentang hal ini, cobalah Anda perhatikan Gambar
berikut:
|
|
|
Kromosom
pembawa translokasi dan gamet-gamet yang diproduksinya
|
|
|
Ada beberapa macam peristiwa
translokasi antara lain:
a) Translokasi Homozigot
Translokasi homozigot adalah
pertukaran segmen kedua kromosom homolog dengan segmen kedua kromosom yang
bukan homolognya.
b) Translokasi Heterozigot
Pada translokasi ini terjadi
pertukaran satu segmen kromosom ke satu segmen kromosom yang bukan
homolognya.
c) Translokasi Resiprok
Translokasi resiprok terjadi
apabila terdapat dua patahan pada dua ujung yang bukan homolognya masing-masing
di satu tempat. Patahan kromosom akan menyambung kembali tapi bertukar
tempatnya. Peristiwa ini dapat dijelaskan dengan Gambar berikut:
|
|
|
Translokasi
resiprok
|
|
|
Keterangan
Gambar :
A. Pertukaran resiprok
bagian-bagian kromosom antarnonhomolog
B. Konfigurasi bentuk silang pada
waktu sinapsis untuk memungkinkan perpasangan gen ke gen
d) Translokasi Robertson
Translokasi Robertson terjadi
apabila kromosom-kromosom akrosentris yaitu kromosom-kromosom dengan
sentromer pada satu ujung sehingga kromosom yang sesungguhnya hanya mempunyai
satu tangan, menyatu pada sentromer membentuk kromosom-kromosom metasentris,
seperti terlihat pada
Gambar
berikut:
|
|
|
Translokasi
Robertson
|
|
|
Dari Gambar diatas terlihat
penyatuan-penyatuan tersebut dapat terjadi antarhomolog atau nonhomolog.
Peristiwa ini biasanya terjadi pada hewan, misalnya tikus, sedangkan pada
tumbuhan jarang terjadi.
Berbagai peristiwa translokasi
akan menjadikan individu menjadi semisteril, ada separo zigot tidak terjadi.
Peristiwa-peristiwa translokasi dapat dijumpai pada kehidupan sehari-hari, di
antaranya:
a) sindrom orofaciodigital,
sindrom ini mempunyai ciri yaitu cacat pada bibir atas, jari-jari kaki
berukuran gemuk, dan kuku pendek.
b) biji pada tongkol jagung, ada
yang sebagian normal dan ada juga yang sebagian tidak normal.
c) terjadinya mongolisme
translokasi
3. Duplikasi
Duplikasi merupakan peristiwa
penambahan dan penggandaan patahan kromosom dari kromosom lain yang
sehomolog. Duplikasi dapat dilihat pada Gambar berikut:
|
|
|
Proses duplikasi
|
|
|
Peristiwa duplikasi ini dapat
dijumpai pada kehidupan di antaranya dapat ditemukan pada fragile X sindrom
yang menyebabkan kemunduran pada mental. Selain itu dapat ditemukan pula pada
mutasi-mutasi bar dalam Drosophilla melanogaster yang mengakibatkan kelainan
struktur mata yang disebabkan oleh duplikasi suatu daerah dalam kromosom X
yang diperlihatkan oleh pola barik dari kromosom politen, seperti yang
terlihat pada Gambar di bawah ini!
|
|
|
Mata
Drosophilla melanogaster
|
|
|
Keterangan
Gambar :
A. Fenotipe
bentuk mata yang berubah
B.
Duplikasi barik-barik pada kromosom
4. Delasi
Delesi merupakan peristiwa
pengurangan suatu kromosom akibat sebagian kromosom pindah pada kromosom
lain, karena adanya patahan. Salah satu sindrom pada manusia yang disebabkan
oleh delesi yaitu sindrom cri-du-chat. Delesi dapat dijelaskan melalui Gambar
berikut:
|
|
|
Delesi
|
|
|
Pada Gambar diatas terlihat adanya
kehilangan bagian dari kromosom. Pada keadaan ini biasanya akan mengakibatkan
formasi gelang pada waktu sinapsis, seperti terlihat pada Gambar berikut:
|
|
|
Formasi
gelang pada saat sinapsis
|
|
|
Peristiwa delesi yang sudah
dijelaskan tersebut dapat terjadi pada kehidupan sehari-hari terutama pada
manusia, antara lain ditemukan kelainan-kelainan berikut.
Actino mongolisme
Sindrom Actino mongolisme memiliki
karakteristik antara lain:
(1) cenderung berumur pendek;
(2) mata mengalami kerusakan sejak
dilahirkan;
(3) letak telinga agak rendah;
(4) memiliki struktur pada puncak
hidung agak lebar.
Sindrom cri-du-chat
Sindrom cri-du-chat terjadi pada
anak yang dilahirkan dengan delesi pada kromosom nomor 5. Sindrom cri-du-chat
memiliki karakteristik antara lain:
(1) memiliki pita suara yang
sempit dan epiglotis melengkung sehingga karena strukturnya tersebut sindrom
ini pada saat bayi memiliki tangisan seperti suara kucing;
(2) mengalami kemunduran mental ;
(3) mengalami keterlambatan pada
pertumbuhannya ;
(4) memiliki struktur muka yang
bulat dan kepala kecil.
(5) penderita biasanya meninggal
ketika masih bayi atau anak-anak.
5. Isokromosom
Isokromosom merupakan mutasi
kromosom yang terjadi pada waktu menduplikasikan diri. Kondisi ini
bertentangan dengan translokasi Robertson. Coba Anda ingat kembali tentang
translokasi Robertson dan bandingkanlah peristiwa isokromosom seperti
terlihat pada Gambar berikut:
|
|
|
Pembentukan
dua isokromosom akrosentris
|
|
|
Gambar diatas memperlihatkan pada
peristiwa isokromosom terjadi pembelahan suatu kromosom metasentris yang
berduplikasi pada sentromer membentuk dua isokromosom akrosentris, dengan
duplikasi terbalik secara genetis pada kedua tangannya. Peristiwa tersebut
dapat dilihat dalam kariotipe dari banyak spesies tumbuhan dan hewan.
6. Katenasi
Katenasi merupakan peristiwa
saling menempelnya ujung-ujung kromosom yang saling berdekatan sehingga
membentuk lingkaran. Hal ini dimulai dari patahnya kromosom di dua tempat,
kemudian bagian yang patah tersebut lepas dan saling mendekat. Peristiwa
katenasi ini biasanya didahului dengan translokasi. Agar lebih jelas
perhatikan Gambar berikut!
|
|
|
Katenasi
|
|
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar