makalah struktur sel tumbuhan
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sel
merupakan inti struktural dan fungsional pada makhluk hidup. Bentu sel ada yang
pipih, memanjang, sangat panjang dan bikonkaf. Sedangkan ukuran dari sel
umumnya mikroskopis. Tumbuhan termasuk organisme multiseluler yang terdiri dari
berbagai jenis sel terspesialisasi yang bekerjasama melakukan fungsinya. Sel
tumbuhan meiputi berbagai organel dan penyusun-penyusun lainnya seperti dinding
sel, sitoplasma, membrane plasma, reticulum endoplasma badan golgi, vakuola, peroksisom,
glioksisom, rangka sel, ribosom, mitokondria, plastid dan nucleus.
Masing-masing organel memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.
B. Rumusan
Masalah
-
Apa sajakah yang termasuk dalam komponen
Protoplasma?
-
Apa sajakah yang termasuk dalam komponen
Non Protoplasma?
C. Manfaat
Penulisan
-
Agar dapat mengetahui komponen dalam
Protoplasma
-
Agar dapat mengetahui komponen dalam Non
Protolasma
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PROTOPLASMA
1. Nukleus
Nukleus atau inti sel adalah satu bagian sel di antara beberapa bagian penyusun seluruh bangunan sel. Nukleus atau Inti sel merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai pusat perintah atau pengendali aktivitas sel karena adanya benang-benang kromosom di dalam nukleus. Pada umumnya, sel-sel memiliki satu nukleus inti. Namun, sesuai dengan fungsinya, ada juga sel yang memiliki dua atau lebih inti. Nukleus adalah bagian sel yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan organel sel pada umumnya, yaitu berukuran antara 10 - 20 nm. Letak nukleus kadang di tengah atau di bagian tepi, berbentuk bulat atau lonjong menyerupai cakram. Nukleus dibatasi olehmembran inti (selaput inti) yang mengontrol sesuatu yang bisa masuk dan keluar nukleus. Nukleus diperlukan untuk mengontrol reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, pembelahan sel. Nukleus juga bertugas untuk membawa perintah sintesis di inti DNA karena didalamnya mengandung sandi DNA (DNA code) untuk menentukan urutan asam amino protein.
Nukleus atau inti sel adalah satu bagian sel di antara beberapa bagian penyusun seluruh bangunan sel. Nukleus atau Inti sel merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai pusat perintah atau pengendali aktivitas sel karena adanya benang-benang kromosom di dalam nukleus. Pada umumnya, sel-sel memiliki satu nukleus inti. Namun, sesuai dengan fungsinya, ada juga sel yang memiliki dua atau lebih inti. Nukleus adalah bagian sel yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan organel sel pada umumnya, yaitu berukuran antara 10 - 20 nm. Letak nukleus kadang di tengah atau di bagian tepi, berbentuk bulat atau lonjong menyerupai cakram. Nukleus dibatasi olehmembran inti (selaput inti) yang mengontrol sesuatu yang bisa masuk dan keluar nukleus. Nukleus diperlukan untuk mengontrol reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, pembelahan sel. Nukleus juga bertugas untuk membawa perintah sintesis di inti DNA karena didalamnya mengandung sandi DNA (DNA code) untuk menentukan urutan asam amino protein.

Bagian-Bagian
Nukleus
Dari gambar
nukleus sel di atas, bisa kita lihat bahwa di dalam nukleus terdapat
bagian-bagian penyusun yang penjelasannya seperti berikut ini:
-
Nukleolus
(anak inti) yang berfungsi menyintesis berbagai macam molekul RNA (asam
ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom.
-
Nukleoplasma
(cairan inti) merupakan zat yang tersusun atas protein.
Butiran kromatin terdapat pada nukleoplasma, tampak jelas
pada saat sel membelah. Pada saat membelah, butiran kromatin menebal menjadi
struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam
deoksiribonukleat) yang berfungsi menyampaikan
informasi genetik melalui sintesis
protein.

Ø Fungsi Nukleus
Seperti yang kami uraikan di atas, nukleus memegang
fungsi yang sangat penting dalam sel. Mengenai
fungsi nukleus sel, dapat kita rangkum menjadi:
-
Nukleus
berfungsi sebagai pengendali seluruh kegiatan sel
-
Nukleus
berfungsi untuk mengatur pembelahan sel
-
Nukleus
berfungsi sebagai pembawa informasi genetik (DNA) yang akan mewariskan
sifat-sifatnya melalui pembelahan sel.
2. Mitokondria
Mitokondria adalah bagian dari badan energi sel yang mana
di dalamnya berisi protein dan berfungsi untuk mengubah energi menjadi ATP.
Mitokondria ini juga bisa dibilang sebagai sebuah sel tunggal yang berfungsi
sebagai tempat terjadinya respirasi pada makhluk hidup baik manusia, tumbuhan
dan juga hewan. Bagian dari sel ini juga tersusun dari struktur-struktur
tertentu seperti.
Struktur dan
Fungsi Mitokondria :
1.
Membran
Luar
Seperti namanya, struktur ini berada di bagian paling
luar dari sel tunggal ini. Pada bagian membran luar ini banyak mengandung
enzim-enzim tertentu yang nantinya sangat berperan dalam membantu proses
biosintesis makhluk hidup.
2. Membran Dalam
Struktur mitokondria satu ini memiliki bentuk yang
berkerut, dan punya banyak lipatan di dalamnya. Lipatan-lipatan mitokondria ini
juga memiliki fungsi khusus yaitu untuk membantu dalam pembuatan energi.
3. Ruang Antar Membran
Struktur penyusun mitokondria selanjutnya adalah ruang
antar membran. Bagian ini berada diantara membran dalam dan membran luar. Fungsinya
adalah sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting untuk sel. Di
dalam bagian yang juga dikenal dengan nama matriks ini terdapat bagian-bagian
yang penting seperti materi genetik (DNA), ribosom dan ion-ion penting lainnya.
Sama seperti bagian lain dari tubuh, sel tunggal ini juga
memiliki fungsi khusus. Fungsi mitokondria ini tergolong sangat penting, karena
jika dilihat dari strukturnya, di dalamnya terdapat bagian yang sangat penting
yaitu DNA dan ribosom yang merupakan materi genetik bagi makhluk hidup.
Berdasarkan pengertian mitokondria seperti yang
dijelaskan di atas, sebagai sebuah bagian di dalam sel, mitokondria ini
memiliki fungsi tertentu. Sel tunggal ini memiliki fungsi yang banyak dan
berperan penting di dalam tubuh makhluk hidup. Fungsi mitokondria yang utama
adalah sebagai pabrik yang memproduksi energi sel dalam bentuk ATP. Sel tunggal
ini juga berperan penting untuk mematikan sel-sel tertentu dalam tubuh yang
tidak dibutuhkan. Proses ini secara alamiah sudah diprogram oleh tubuh. Jadi
ketika ada sel-sel yang tidak dibutuhkan seperti sel yang mengandung racun atau
penyakit akan secara otomatis dimatikan oleh mitokondria ini.Beberapa
diantaranya, mitokondria berfungsi dalam sistem metabolisme di dalam tubuh,
baik untuk menghasilkan energi yang digunakan dalam metabolisme serta mengelola
setiap aktivitas metabolisme di dalam sel.
3. Plastida
Plastida adalah organel (benda di dalam sel) sel tumbuhan
yang bersifat hidup. Plastida umum terdapat pada sel-sel tumbuhan yang masih muda.
Letaknya di dalam sitoplasma di luar inti sel (nukleus).Plastida adalah organel
sitoplasma yang tersebar pada sel tumbuhan dan terlihat jelas di bawah
mikroskop sederhana. Plastida sangat
bervariasi ukuran dan bentuknya, pada sel-sel tumbuhan berbunga biasanya berbentuk
piringan kecil bikonveks. Fungsi plastida adalah sebagai berikut:
Fotosintesis. Fungsi plastida ini dilakukan oleh
kloroplas sebagai unit yang mengandung banyak pigmen klorofil untuk melakukan
fotosintesis. Perubahan warna. Fungsi plastida ini sangat erat pengaruhnya dalam proses
penyerbukan dan penyebaran biji pada tumbuhan. Dengan terjadinya perubahan
warna, organisme seperti serangga akan berminat untuk melakukan penyerbukan.
Oleh karena itu banyak juga ditemukan plastida jenis kromoplas pada bunga.
Meningkatkan penyimpanan cadangan makanan. Fungsi
plastida ini diperankan oleh kromoplas dan leukoplas. Perubahan kloroplas
menjadi kromoplas mengakibatkan peningkatan kemampuan jaringan dan sel dalam
menyerap bahan bahan yang larut dalam air seperti karbohidrat.
Penyimpanan makanan. Fungsi plastida ini diperankan oleh
kromoplas dalam jumlah sedikit dan leukoplas seperti amiloplas untuk
penyimpanan amilum, elaioplas untuk lipid atau lemak dan proteinoplas untuk protein.
Produksi asam amino dan protein. Fungsi plastida ini
dilakukan oleh leukoplas. Tempat terjadinya reaksi terang yang penting dalam proses
pembentukan makanan. Fungsi ini tentu saja terjadi utamanya di kloroplas.

Ø Leukoplas
Leukoplas yaitu plastida yang tidak berwarna, umumnya
terdapat pada tempat yang tidak terkena sinar, misalnya organ penyimpan makanan
cadangan seperti biji dan umbi., terdiri
atas:
-
Amiloplas, berfungsi untuk menyimpan amilum.
-
Elaioplas (lipidoplas), berfungsi untuk menyimpan
lemak/minyak.
-
Proteoplas, berfungsi untuk menyimpan protein.
Ø Elaioplas
Elaioplas : berfungsi menyimpan lemak
Elaioplas : berfungsi menyimpan lemak
Ø Kromoplas
Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen
nonfotosintetik (merah dan oranye atau kuning). Kromoplas banyak terdapat pada
mahkota bunga. Pigmen yang terkandung dalam kromoplas sebagai berikut.
- Karoten mengakibatkan warna kuning, misalnya pada
wortel.
-
Xantofil mengakibatkan warna kuning kecokelatan, misalnya
pada daun tua.
-
Fikosianin mengakibatkan warna biru, misalnya pada
ganggang biru.
Ø Kloroplas
Kloroplas yaitu
plastida yang mengandung pigmen hijau disebut klorofil, karotenoid, dan pigmen
fotosintetik lainnya. Kloroplas hanya dijumpai pada sel autotrof yang
eukariotik. Kloroplas dimiliki oleh sel-sel yang berklorofil misalnya Algae, lumut,
tumbuhan paku, dan tumbuhan bunga. Kloroplas mempunyai bentuk beraneka ragam,
tetapi pada umumnya berbentuk bulat atau lonjong (oval). Kloroplas pada sel
tumbuhan tingkat tinggi mempunyai ukuran sekitar 4–6 Pm. Setiap sel mengandung
20–40 kloroplas permilimeter persegi. Apabila jumlahnya masih kurang mencukupi,
kloroplas dapat membelah diri. Namun, jika jumlahnya berlebihan maka sejumlah
kloroplas akan rusak. Kloroplas tersusun atas membran, yaitu membrane luar dan
dalam. Membran luar mempunyai permukaan rata yang berfungsi mengatur keluar
masuknya zat. Membran dalam membungkus cairan kloroplas yang disebut stroma.
Membran dalam kloroplas melipat ke arah dalam dan membentuk lembaran-lembaran
yang disebut tilakoid. Pada tempat-tempat tertentu, tilakoid bertumpuk-tumpuk
membentuk badan seperti tumpukan uang logam yang disebut grana. Pada umumnya
sebuah kloroplas mengandung 40–60 grana. Di dalam tilakoid terdapat kumpulan
partikel yang disebut kuantosom. Di kuantosom inilah terdapat klorofil yang
berfungsi dalam proses fotosintesis.
4. Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma merupakan salah satu organel sel
dengan bentuk seperti benang benang yang kemudian bermuara pada nukleus atau
inti sel. Retikulum Endoplasma memiliki struktur yang sama seperti membran sel
yaitu terdiri dari dua lapisan lipid. Retikulum Endoplasma sendiri memiliki
ketebalan sekitar 4 nm. Ada berbagai macam zat yang terkandung pada Retikulum
Endoplasma, diantaranya ialah protein, lemak dan berbagai enzim yang membantu
dalam proses metabolisme lemak, detoksifikasi dan juga sintesa protein.
Struktur Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma terbagi kedalam dua kategori yakni Retikulum
Endoplasma halus dan juga Retikulum Endoplasma kasar. Kedua macam dari
Retikulum Endoplasma ini menyusun suatu sistem membran yang melingkupi suatu
ruang. Retikulum Endoplasma kasar merupakan organel yang berhubungan atau
berbatasan dengan membran yang memiliki susunan seperti kantong pipih yang
disebut dengan sisterna. Sisterna sendiri merupakan bagian dalam dari suatu
menbran, sedangkan bagian luar dari suatu membran disebut dengan sitosolik.

1.
Retikulum
Endoplasma Halus
Retikulum Endoplasma halus memiliki bentuk seperti
labirin yang halus, saling terhubung dan juga saling berinfiltrasi dalam
sitoplasma. Retikulum Endoplasma jenis ini memiliki fungsi dalam sistem
metabolisme yaitu metabolisme karbohidrat, sintesis lipid, konsentrasi kalsium,
dan juga sebagai tempat melekatnya reseptor paa protein yang ada di membran
sel.
Retikulum Endoplasma Halus merupakan jalinam jaringan
tubuli tubuli yang saling berkaitan tanpa adanya Ribosom. Retikulum Endoplasma
jenis ini banyak ditemui pada sel sel yang ada pada organ organ reproduksi
diamana sel tersebut memproduksi hormon steroid seperti hormon testosteron dan
juga hormon estrogen.Retikulum Endoplasma Halus yang terdapat pada beberapa
bagian otot juga disebut sebagai Retikulum sarkoplasma. Retikulum ini menyimpan
ion kalsium.
2.
Retikulum Endoplasma kasar
Berbeda dengan Retikulum Endoplasma halus, Retikulum
jenis ini justru memiliki bintik bintik yang merupakan Ribosom. Fungsi utama
dari Retikulum Endoplasma ini ialah sebagai
tempat síntesis protein. Organel ini memiliki ciri yang
snagat khusus, yakni pada setiap lembaranya terdapat dua membran sel yang menyusun yang
kemudian menjadi satu di bagian tepi. Membran membran ini dibatasi oleh kantong
yang berbentuk sakulus. Bentuk dari sakulus sebenarnya bervariasi, namun pada
Retikulum Endoplasma kasar, sakulus berbentuk dengan lebih terarah, simetris
dan juga paralel antara satu kantong dengan kantong lainnya.Berdasarkan hasil
penelitian, semakin aktif sebuah sel, maka semakin banyak pula jumlah Ribosom
dan juga sikulusnya.
3.
Retikulum
Endoplasma Sarkoplasmik
Retikulum ini merupakan jenis khusus dari Retikulum
Endoplasma halus yang dapat ditemui pada otot licin dan juga otot lurik.
Kandungan protein didalamnya menjadi perbedaan dari Retikulum Endoplasma halus dan Retikulum Endoplasma
Sarkoplasmik. Jika pada Retikulum Endoplasma halus berfungsi untuk mensintesis
molekul, maka pada Retikulum Endoplasma Sarkoplasmik untu memompa dan menyimpan
ion kalsium.
Fungsi Retikulum Endoplasma
-
Berfungsi
sebagai tempat penyimpanan kalsium, dan apabila sel mengalami kontraksi maka
kalsium akan dipindahkan ke sitosol
-
Merupakan penampung sintesis protein sebelum disalurkan ke kompleks Golgi
dan kemudian dikeluarkan dari dalam sel
-
Memodifikasi
protein yang telah disintesis oleh Ribosom untu disalurkan pada Golgi
-
Mensintesis
lemak dan juga kolesterol
-
Transportasi
molekul serta sel satu dengan sel lainnya
-
Membedakan
Retikulum Endoplasma kasar dan Retikulum Endoplasma Halus
-
Untuk
membedakan Retikulum Endoplasma kasar dan Retikulum Endoplasma Halus caranya
dapat dilihat dari penampilannya. Yaitu apabila retikulum memiliki permukaan
yang kasar maka bisa dipastikan itu merupakan Retikulum Endoplasma kasar namun
jika sebaliknya yaitu halus maka bisa dipastikan itu merupakan Retikulum
Endoplasma halus.Selain itu pada Retikulum Endoplasma kasar terdapat seperti
cakram yang diatur dalam baris teratur sedangkan pada Retikulum Endoplasma
halus akan terlihat jaring tubulus yabg saling terhubung.
5. Ribosom
Salah
satu bagian yang terdapat dalam struktur dasar suatu sel adalah ribosom.
Ribosom adalah organel yang terdiri dari protein ribosom (riboproteins) dan
asam ribonukleat (ribonucleoproteins). Kata ribosom terbuat dari mengambil
‘Ribo’ dari asam ribonukleat dan menambahkannya ke ‘soma’, kata latin untuk
tubuh. Ribosom terikat oleh membran tetapi mereka tidak berselaput. Ribosom
terdapat dalam sitoplasma dan mempunyai fungsi yang amat penting dalam suatu
sel. Sebuah ribosom adalah organel sel. Ini berfungsi sebagai mikro-mesin untuk
membuat protein. Ribosom terdiri dari protein khusus dan asam nukleat.

Ribosom
yang terdapat dalam sitoplasma dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu ribosom
bebas dan juga ribosom terikat. Meskipun berbeda satu sama lain, keduanya
memiliki fungsi yang sama dalam mensintesis protein yang bermanfaat untuk
membantu sel dalam menjalankan aktivitas. Berikut ini pengertian masing-masing
kategori ribosom tersebut, yaitu:
-
Ribosom
bebas merupakan struktur sel yang tersebar luas pada bagian sitoplasma.
-
Ribosom
terikat merupakan struktur ribosom yang umumnya menempel pada bagian retikulum
endoplasma atau biasa disebut dengan retikulum endoplasma kasar alias RER.
Struktur Ribosom
Struktur Ribosom
-
Ribosom memiliki dua komponen utama yang disebut subunit
besar dan subunit kecil. Kedua unit datang bersama-sama ketika ribosom siap
untuk membuat protein baru. Kedua subunit terdiri dari untai RNA dan protein
yang beragam. Subunit besar Subunit besar berisi lokasi di mana ikatan baru yang dibuat saat membuat
protein. Hal ini disebut “60S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel
prokariotik. Subunit Kecil Subunit kecil sebenarnya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil
dari subunit besar. Hal ini bertanggung jawab untuk aliran informasi selama sintesis
protein. Hal ini disebut “40S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel
prokariotik.Huruf “S” dalam nama subunit adalah satuan ukuran dan singkatan
unit Svedberg. Fungsi ribosom
Ribosom memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dan mempunyai peran tersendiri dalam pembentukan sebuah sel. Fungsi utama dari ribosom tersebut yaitu untuk memproduksi dan juga mensintesis zat protein yang ada di dalam sel. Di dalam sel, ribosom berada di dua wilayah sitoplasma. Beberapa ribosom ditemukan tersebar di sitoplasma (disebut sebagai ribosom bebas), sementara yang lain yang melekat pada retikulum endoplasma (ribosom terikat). Dengan demikian, permukaan retikulum endoplasma ketika terikat dengan ribosom disebut retikulum endoplasma kasar (RER). Kedua ribosom bebas dan ribosom terikat memiliki struktur yang sama dan bertanggung jawab untuk produksi protein. Berbicara tentang fungsi utama ribosom, mereka memainkan peran dalam perakitan asam amino untuk membentuk protein tertentu, yang pada gilirannya sangat penting untuk melaksanakan kegiatan sel. Seperti yang kita tahu mengenai produksi protein, asam deoksiribonukleat (DNA) pertama menghasilkan RNA (messenger RNA atau mRNA) oleh proses transkripsi DNA, setelah itu pesan genetik dari mRNA diterjemahkan menjadi protein selama translasi DNA. Untuk lebih tepat tentang sintesis protein oleh ribosom, urutan untuk perakitan asam amino selama sintesis protein yang ditentukan dalam mRNA. mRNA disintesis dalam nukleus kemudian diangkut ke sitoplasma untuk lebih lanjut melakukan sintesis protein. Dalam sitoplasma, dua subunit ribosom mengikat sekitar polimer mRNA dan protein disintesis dengan bantuan RNA transfer (tRNA), sesuai dengan kode genetik. Ini seluruh proses sintesis protein juga disebut sebagai dogma sentral.Biasanya, protein disintesis oleh ribosom bebas digunakan dalam sitoplasma itu sendiri, sementara molekul protein yang diproduksi oleh ribosom terikat diangkut luar sel.
Ribosom memiliki dua komponen utama yang disebut subunit
besar dan subunit kecil. Kedua unit datang bersama-sama ketika ribosom siap
untuk membuat protein baru. Kedua subunit terdiri dari untai RNA dan protein
yang beragam. Subunit besar Subunit besar berisi lokasi di mana ikatan baru yang dibuat saat membuat
protein. Hal ini disebut “60S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel
prokariotik. Subunit Kecil Subunit kecil sebenarnya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil
dari subunit besar. Hal ini bertanggung jawab untuk aliran informasi selama sintesis
protein. Hal ini disebut “40S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel
prokariotik.Huruf “S” dalam nama subunit adalah satuan ukuran dan singkatan
unit Svedberg. Fungsi ribosomRibosom memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dan mempunyai peran tersendiri dalam pembentukan sebuah sel. Fungsi utama dari ribosom tersebut yaitu untuk memproduksi dan juga mensintesis zat protein yang ada di dalam sel. Di dalam sel, ribosom berada di dua wilayah sitoplasma. Beberapa ribosom ditemukan tersebar di sitoplasma (disebut sebagai ribosom bebas), sementara yang lain yang melekat pada retikulum endoplasma (ribosom terikat). Dengan demikian, permukaan retikulum endoplasma ketika terikat dengan ribosom disebut retikulum endoplasma kasar (RER). Kedua ribosom bebas dan ribosom terikat memiliki struktur yang sama dan bertanggung jawab untuk produksi protein. Berbicara tentang fungsi utama ribosom, mereka memainkan peran dalam perakitan asam amino untuk membentuk protein tertentu, yang pada gilirannya sangat penting untuk melaksanakan kegiatan sel. Seperti yang kita tahu mengenai produksi protein, asam deoksiribonukleat (DNA) pertama menghasilkan RNA (messenger RNA atau mRNA) oleh proses transkripsi DNA, setelah itu pesan genetik dari mRNA diterjemahkan menjadi protein selama translasi DNA. Untuk lebih tepat tentang sintesis protein oleh ribosom, urutan untuk perakitan asam amino selama sintesis protein yang ditentukan dalam mRNA. mRNA disintesis dalam nukleus kemudian diangkut ke sitoplasma untuk lebih lanjut melakukan sintesis protein. Dalam sitoplasma, dua subunit ribosom mengikat sekitar polimer mRNA dan protein disintesis dengan bantuan RNA transfer (tRNA), sesuai dengan kode genetik. Ini seluruh proses sintesis protein juga disebut sebagai dogma sentral.Biasanya, protein disintesis oleh ribosom bebas digunakan dalam sitoplasma itu sendiri, sementara molekul protein yang diproduksi oleh ribosom terikat diangkut luar sel.
6. Lisosom
Lisosom
adalah organel yang banyak ditemukan pada sel-sel hewan. Lisosom merupakan organel
yang berbentuk bulat yang dibatasi oleh sistem membran tunggal. Pada umumnya,
lisosom berdiameter sekitar 1,5 mikron, terletak berdekatan dengan badan Golgi.
Dalam sel, lisosom diproduksi oleh badan Golgi yang penuh dengan protein.
Lisosom menghasilkan beberapa enzim hidrolitik seperti, fosfatase, proteolitik,
dan fosfatase. Makanan yang masuk secara fagositosis ke dalam sel akan dicerna
oleh jenis enzim hidrolitik ini. Pada sel yang berfungsi dalam sekresi, seperti
pankreas, leukosit, sel hati, dan sel ginjal, jumlah lisosom relatif lebih
banyak. Lisosom banyak juga ditemukan pada sel darah putih, hal ini terkait
dengan fungsinya dalam menghasilkan zat kekebalan tubuh. Di samping itu,
lisosom bersifat aufagi, autolisis, dan menghancurkan makanan secara
eksositosis.

Berdasarkan fungsinya, terdapat dua macam lisosom, yaitu
lisosom primer dan lisosom sekunder. Lisosom primer adalah lisosom yang
bertugas untuk memproduksi enzim yang belum aktif. Berfungsi sebagai vakuola
makanan. Sedangkan, lisosom sekunder adalah lisosom yang aktif dalam kegiatan
pencernaan sel. Berfungsi sebagai autofagosom.
Secara singkat, lisosom memiliki fungsi sebagai berikut:
- Mencerna zat makanan hasil pinositosis dan fagositosis.
- Mencerna makanan cadangan jika kekurangan makanan.
- Autolisis, yakni dalam keadaan fisiologis tertentu,
lisosom dapat menghancurkan organel sel yang rusak.
- Peristiwa ini disebut juga autofagi.
- Menghacurkan benda yang ada di luar sel, misalnya sperma
mengeluarkan enzim untuk menghancurkan dinding sel telur ketika fertilisasi.
- Menetralkan zat yang bersifat karsinogen, yakni zat yang
dapat menyebabkan kanker.
7. Sferosom
Beberapa peneliti berpendapat bahwa sferosom dibatasi
oleh membran, sedangkan peneliti lain menganggap bahwa batas membran luar
organel ini terdiri selapis molekul lipid yang dibentuk sebagai tanggapan
terhadap sitoplasma sekelilingnya mengandung air.Sferosom berbentuk bulat dan
diselimuti oleh membran unit yang berasal dari ER, berisi bahan berlemak, dan menjadi
pusat sintesis dan penyimpanan lemak (Hasnunidah, 2007).
8.
Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah salah satu komponen yang paling penting dari sitoskeleton sel. Mikrotubulus memiliki diameter 25 nanometer dan panjang yang bervariasi dari 200 nanometer sampai 25 mikrometer.Mikrotubulus berfungsi sebagai komponen struktural dalam sel dan terlibat dalam banyak proses seluler yang penting bagi kelangsungan hidup sel, termasuk mitosis, sitokinesis, dan transportasi vesikuler.
Mikrotubulus adalah salah satu komponen yang paling penting dari sitoskeleton sel. Mikrotubulus memiliki diameter 25 nanometer dan panjang yang bervariasi dari 200 nanometer sampai 25 mikrometer.Mikrotubulus berfungsi sebagai komponen struktural dalam sel dan terlibat dalam banyak proses seluler yang penting bagi kelangsungan hidup sel, termasuk mitosis, sitokinesis, dan transportasi vesikuler.

Struktur Mikrotubulus
Mikrotubulus
hanyalah polimer dari α dan β dimer tubulin. Dalam protofilamen, dimer tubulin
ini berpolimerisasi ujung ke ujung. Protofilamen kemudian membentuk bundel
filamen silinder berongga.Biasanya, protofilamen tersusun dalam helix tidak sempurna,
dimana satu putaran heliks berisi 13 dimer tubulin, yang masing-masing berasal
dari protofilamen berbeda. Sebuah fitur mencolok yang membantu dalam
mikrotubulus adalah fungsi polaritas yang khas.Tubulin yang berpolimerisasi
ujung ke ujung dengan subunit α satu tubulin dimer bersentuhan dengan subunit β
dari depan. Oleh karena itu, dalam sebuah protofilamen, salah satu ujung akan
memiliki α subunit, sementara di ujung lain akan ada β subunit. Ujungnya ini
ditunjukan dengan akhir (-) dan (+). Protofilamen bundel dengan cara paralel
satu sama lain, sehingga dalam mikrotubula, ada salah satu ujungnya, yang (+)
akhir, dengan hanya subunit β terkena sedangkan ujung yang lain, (-) akhir,
hanya memiliki subunit α terbuka. The (-) akhir dibatasi, sehingga, meninggalkan
hanya (+) akhir dari mana pemanjangan mikrotubulus dapat terjadi.
Ø Fungsi Mikrotubulus
Ketika datang ke mitosis, proses ini difasilitasi oleh
subkelompok mikrotubulus yang dikenal sebagai mikrotubulus astral, dimana
mikrotubulus yang berasal dari Sentrosom tidak terhubung ke
kinetokor.Mikrotubulus Astral mengembang dalam kerangka aktin dan berinteraksi
dengan korteks sel untuk membantu dalam orientasi spindle selama pembelahan
sel. Mereka diorganisir sekitar sentrosom ke array radial.
Mikrotubulus Astral fungsi bersama-sama dengan motor
dynein khusus, yang berorientasi dengan bagian rantai ringan yang melekat pada
membran sel dan bagian dinamis yang melekat pada mikrotubula. Hal ini
memungkinkan untuk dynein kontraksi untuk menarik Sentrosom menuju membran sel,
sehingga membantu dalam sitokinesis pada tanaman dan hewan.
Mikrotubulus bertindak sebagai sabuk conveyer dalam sel.
Mereka membantu untuk memindahkan vesikel, butiran dan organel mitokondria
seperti, dan kromosom melalui protein lampiran khusus. Vesikel mendapatkan
melekat pada mikrotubulus terkait protein dan bergerak sepanjang sabuk conveyer
mikrotubulus.Protein mikrotubulus terkait termasuk kinesins dan dynein yang
bergerak sepanjang mikrotubulus dalam arah yang berlawanan. Kinesins bergerak
vesikel bersama menuju ditambah akhir dan dynein bergerak menuju akhir
dikurangi. Ini adalah bagaimana vesikel dipindahkan dari satu daerah ke daerah
lain.Ini adalah transpor aktif dan karenanya, membutuhkan pemecahan ATP,
meskipun belum diketahui bagaimana energi dari ATP kerusakan diubah menjadi
transportasi vectorial.Juga, itu adalah mikrotubulus yang bergabung dengan
protein lain untuk membentuk struktur yang lebih kompleks yang disebut silia,
flagela atau sentriol. Mikrotubulus juga berperan dalam mempertahankan
sitoskeleton, yaitu, struktur dasar sel. Hal ini karena, secara struktural,
mereka adalah polimer linier dari tubulin yang merupakan protein globular hadir
dalam sitoplasma.
9.
Badan
Golgi
Badan
golgi memiliki naman sebutan yang bermacam-macam, yaitu: aparatus golgi,
komplek golgi, dan diktiosom. Badan golgi adalah sebuah organel yang masih
berkaitan/berhubungan dengan fungsi eksresi sel dan struktur yang dapat dilihat
dengan menggunakan alat mikroskop dengan cahaya biasa.
Organel
yang terdapat di hampir semua sel eukariotik banyak ditemukan di berbagai
organtubuh yang melaksanakan tugasnya sebagai fungsi ekresi. Setiap sel hewan
memiliki 10-20 badan golgi, dan tumbuhan memiliki ratuhan badan golgi. Untuk
penemu dari badan golgi ini berasal dari Italia yang bernama Camillo Golgi
seorang ahli histologi dan patologi.
Struktur Badan
Golgi

Struktur badan golgi berupa berkas kantung yang berbentuk
cakram bercabang yang memiliki serangkaian pembuluh yang kecil dibagian ujung. Struktuk
badan golgi memiliki hubungan yang sangat erat dengan fungsi dari pengeluaran
sel. Selain itu pembulu berfungsi sebagai pengumpul dan membungkus karbohidrat
serta zat/senyawa lain untuk diangkut kepermukaan sel dan sebagai penyumbang
dalam pembentukan dinding sel.
Badan
golgi terdiri dari beberapa lapisan yang ditutupi oleh membran dan badan golgi
memiliki bagian sel yang hampir menyerupai Retikulum Endoplasma. Badan golgi
memiliki dua bagian yaitu ci dan trans. Cis bagian yang menerima vesikel-vesikel
yang berasal dari Retikulum endoplasma kasar. Bagian trans merupakan lanjutan dari
cis yang akan membantu membentuk vesikel-vesikel, pemecahan, dan membantu
menyiapkan penyaluran kebagian sel lainnya.
Fungsi Badan Golgi
-
Membentuk
kantung (vesikula) untuk sekresi, terutamanya bagian sel kelenjar kantung kecil
yang berisi enzim dan bahan-bahan lain.
-
Membentuk
membran plasma, terutamanya kantung yang akan dilepas akan menjadi/membentuk
bagian dari membran plasma.
-
Membentuk
dinding sel tumbuhan.
-
Tempat
terjadinya modifikasi protein.
-
Membantu
untuk penyeleksi, mensortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel.
-
Membantu
transpor lipid (lemak).
-
Membantu
membentuk lisosom.
-
Membantu
membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim yang digunakan untuk
memecah dinding sel telur.
B. NON-PROTOPLASMA
1. Struktur Vakuola
Vakuola
terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Vakuola Kontraktil dan Vakuola nonkontraktil
(vakuola makanan). Vakuola kontraktil (disebut juga vakuola berdenyut)
berfungsi sebagai osmoregulator yaitu pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi.
Pada makhluk hidup yang mirip hewan misalnya Protista, terdapat vakuola
kontraktil atau vakuola berdenyut yang menetap dan seterusnya berada di dalam
sel. Vakuola nonkontraktil (disebut juga vakuola makanan) berfungsi untuk
mencerna makanan dan mengedarkan hasil makanan.
Ada berbagai zat maupun molekul yang mengisi vakuola,
diantaranya adalah:
- Berbagai macam gas seperti oksigen dan karbondioksida.
- Asam amino, baik yang merupakan hasil metabolisme maupun
sisa metabolisme.
- Garam-garam organik yang disimpan atau dibuang ke luar
sel.
- Glikosida.
- Tanin atau zat penyamak.
- Minyak atsiri, zat yang menimbulkan aroma pada tumbuhan
seperti roseine pada mawar dan zingiberine pada jahe.
- Zat-zat alkaloid, seperti kafein yang terdapat pada biji
kopi, nikotin dalam daun tembakau, tein yang ditemukan di kandungan daun teh,
teobromin pada biji coklat, solanin yang terdapat pada umbi kentang, dan
sebagainya.
- Berbagai enzim.
- Dan sejumlah butir-butir pati.
2.
Fungsi
Vakuola
Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting dalam kehidupan karena
mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga
konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi
karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel. Dalam vakuola
terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme
dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti
pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena
terjadi kekacauan reaksi biokimia.
Vakuola juga dapat membantu melindungi tumbuhan terhadap predator dengan
mengandung senyawa yang beracun atau tidak menyenangkan bagi hewan. itu vakuola
memiliki peran amajor dalam sel pertumbuhan ofplant, yang memperbesar sebagai
vakuola mereka menyerap air, memungkinkan sel untuk menjadi lebih besar dengan
investasi minimal dalam sitoplasma baru. Sitosol sering hanya menempati lapisan
tipis antara vakuola pusat dan membran plasma, sehingga rasio permukaan membran
plasma untuk Volume sitosol besar, bahkan untuk sel pabrik besar.
Berikut adalah fungsi Vakuola:
- Memasukkan air melalui tonoplas yang bersifat diferensial
permiabel untuk membangun turgor sel.
- Tempat penyimpanan zat cadangan makanan seperti amilum
dan glukosa.
- Mampu memfasilitasi proses sirkulasi zat dalam sel.
- Vakuola ada yang berisi pigmen pada daun, bunga, dan buah
dalam bentuk larutan, seperti antosian, termasuk antosianin yang berwarna
merah, biru, dan lembayung, juga warna gading dan kuning. Antosian dapat
memberi warna pada bunga, buah, pucuk, dan daun. Hal ini, berguna untuk menarik
serangga, burung, dan hewan lain yang berjasa bagi penyerbukan atau persebaran
biji.
- Tempat penyimpanan minyak atsirik (golongan minyak yang
memberikan bau khas seperti minyak kayu putih).
- Vakuola tumbuhan, kadang-kadang mengandung enzim
hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu hidup. Setelah sel mati,
tonoplas kehilangan sifat diferensial permiabelnya sehingga enzim-enzimnya
lolos keluar menyebabkan autolisis (penghancuran diri).
- Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel).
- Menjadi tempat penyimpanan zat makanan terlarut yang
sewaktu-waktu dapat digunakan oleh sitoplasma. Misalnya, sukrosa, gilikogen,
dan garam mineral.
- Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolik sekunder
seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksalat.
- Sebagai kelengkapan sel untuk memelihara tekanan osmotik
sel.
Ø
Vakuola
pada Tumbuhan
Sel-sel
tanaman dewasa memiliki satu vakuola besar yang biasanya menempati lebih dari 30%
dari volume sel, dan terkadang menempati 80% volume sel pada kondisi tertentu.
Sitoplasma sering berjalan melalui vakuola.
Vakuola
dikelilingi oleh membran yang disebut tonoplas (berasal dari kata ton yang
berarti “peregangan” dan plastós yang berarti “dibentuk”). Disebut juga sebagai
membran vakuola. Tonoplas berfungsi sebagai pemisah antara isi vakuola dengan
sitoplasma sel. Sebagai membran, tonoplas juga terlibat dalam mengatur gerakan
ion di sekitar sel dan mengisolasi bahan yang mungkin berbahaya atau mengancam
sel.
Transportasi
proton dari sitosol vakuola menstabilkan pH sitoplasma, sementara dengan
membuat vakuola interior lebih asam maka nutrisi dapat masuk atau keluar dari
vakuola. pH rendah pada vakuola juga memungkinkan enzim degradatif untuk bekerja.
Ukuran vakuola pada sel yang telah berkembang dan yang masih membangun berbeda.
Contohnya adalah pada sel-sel yang berkembang di meristem memiliki vakuola yang
lebih kecil.
Selain
sebagai tempat penyimpanan, fungsi utama vakuola adalah untuk menjaga tekanan
ke dinding sel. Protein yang terdapat di tonoplas yang disebut aquaporins
mengontrol aliran air masuk dan keluar dari vakuola melalui transpor aktif.
Karena osmosis, air akan menyebar di vakuola dan akan memberi tekanan pada
dinding sel.
2. Zat Ergastik
·
Food
Products
a. Non-nitrogenous (karbohidrat)
i. Pati
Pati memiliki nama lain yang cukup umum digunakan dan disebut, yaitu
amilum. Pati sendiri masih termasuk di dalam jenis karbohidrat kompleks yang
tak dapat larut di dalam air. Dengan rupa bubuk putih dan tidak berbau, pati
mempunyai rasa tawar. Tumbuhanlah yang menghasilkan pati sebagai bahan utama
untuk penyimpanan glukosa yang berlebih yang dimanfaatkan sebagai produk
fotosintesis untuk waktu yang lama. Selain manusia, hewan pun menganggap pati
sebagai sumber tenaga mereka yang sangat esensial.
Pati atau amilum dibagi menjadi dua jenis, yakni amilopektin dan amilosa di
mana komposisi keduanya tidaklah sama antara satu dengan yang lain. Amilopektin
tidaklah mengeluarkan reaksi, sedangkan amilosa pada tes iodin bisa
menghasilkan warna ungu yang cukup pekat. Amilopektin akan memicu adanya sifat
lengket, sedangkan amilosa justru yang bersifat keras.
Amilopektin. Tersusun dari monomomer a-glukosa atau alfa glukosa,
polisakarida satu ini juga diketahui sebagai molekul raksasa yang cukup mudah
dijumpai dikarenakan menjadi satu dari dua senyawa yang menyusun pati dan
bekerja sama dengan amilosa. Amilopektin berbeda dari amilosa seperti yang
sudah dibahas singkat sebelumnya, apalagi kalau dilihat dari segi ciri
fisiknya, walaupun memang keduanya disusun dari monomer yang sama. Pada
amilopektin ada banyak cabang di setiap 20 mata rantai glukosa di mana
1,4-glikosidik diketahui sebagai ikatannya. Sama halnya seperti amilosa,
amilopektin yang tak bisa larut di dalam air ini pembentukannya adalah dari
rantai glukosa yang memiliki keterikatan dengan ikatan 1,6-glikosidik.
Amilosa. Polimer ini adalah polisakarida di mana glukosa adalah monomer
penyusun polimer dan di setiap monomer terkoneksi dengan ikatan 1,6-glikosidik.
Polimer ini tak bercabang dan mirip dengan amilopektin yang berfungsi menjadi
bagian penyusun pati. Amilosa berefek keras bagi tepung atau pati dan biasanya
dimanfaatkan oleh manusia ketika memasak.
Glikogen. Ini juga disebut dengan istilah pati otot yang hewan biasanya
pakai untuk menyimpan tenaga. Strukturnya hampir sama dengan amilopektin, hanya
saja bedanya tingkat kerapatan percabangan glikogen lebih tinggi.
Istilah pati dan amilum memang cukup umum, tapi biasanya orang akan dengan
mudah menganggap pati sebagai tepung dan kanji. Penyusun utama tepung
sebenarnya adalah pati dan tepung yang biasa kita jumpai bukan berarti murni
terbuat dari pati saja. Tepung yang kita gunakan sehari-hari dalam masakan
sudah dicampur dengan pengawet, protein dan unsur lainnya. Contohnya tepung
beras, pada tepung ini terdapat kandungan pati beras, vitamin, protein, dan
bahan lainnya yang ada pada butir berasnya.
-
Manfaat
Pati
Saat
bicara soal makanan dan fungsinya, pati memiliki tujuan dan manfaat yang
penting bagi tubuh manusia. Karena masih menjadi bagian atau golongan
karbohidrat, pati dapat dimasukkan ke daftar nutrisi esensial bagi tubuh.
Berikut bisa dilirik apa saja kegunaan dan keuntungan pati bagi manusia.
-
Penyedia
Energi
Karena
masih dalam keluarga karbohidrat, tentu saja manfaat utamanya adalah
menyediakan energi untuk tubuh kita secara baik dan sempurna agar kita dapat
berkegiatan seperti biasanya. Pati akan mendukung pengubahan glukosa menjadi
bentuk energi supaya tubuh tak mudah lemas dan justru selalu aktif dan
bersemangat. Glukosa sendiri merupakan wujud yang karbohidrat gunakan untuk
fungsi tubuh kita.
Pada
setiap sirkulasi darah manusia, di dalamnya ada glukosa yang beredar secara
teratur menuju ke seluruh organ penting tubuh kita. Sel-sel tubuh kemudian akan
mengambilnya dan memanfaatkan glukosa sebagai sumber bahan bakar dalam
menjalankan fungsi mereka. Seluruh fungsi dari tubuh akan didorong oleh glukosa
ini dan itulah alasan mengapa ini kemudian menjadi sumber energi yang baik
khususnya untuk bagian kesehatan sistem saraf otak.
-
Bahan
Penyusun Serbuk
Pati
juga berfungsi baik menjadi salah satu bahan pada proses penyusunan serbuk
awur, contohnya adalah puyer, atau bisa juga menjadi bahan untuk isi tablet,
bahan penghancur dan bahan pengikat. Pada bidang farmasi, pati memiliki peran
yang meskipun pemanfaatannya kurang maksimal dan terbatas, tapi cukup membantu.
Karena ciri dan sifatnya yang kurang mendukung disebabkan oleh kurang baiknya
daya alir serta tak bersifat mengikat, maka para apoteker pun menggunakannya
sebagai isian tablet obat dengan daya alir yang bagus.
-
Pemekat
Makanan Cair
Bagi
yang berkutat pada bidang masak-memasak tentu sudah sangat familiar dengan pati
atau tepung kanji ini. Pati biasanya diandalkan dalam hal masak-memasak karena
bahan ini sangat ampuh dalam membuat makana cair menjadi lebih pekat dan kental
tergantung dari seberapa banyak kita menambahkannya ke masakan. Pada umumnya,
pati ini ditambahkan ke sup supaya wujudnya lebih kental, seperti sup asparagus
dan sup jagung.
-
Sebagai
Pendukung Industri
Bila
pada masakan, kadar dari pati tidaklah terlalu banyak, namun ketika berhubungan
dengan perekat, maka industri akan menggunakan pati cukup banyak supaya lebih
pekat, kental dan rekat. Untuk membuat lem, pati adalah bahan yang cukup bagus
juga. Selain untuk membuat perekat, ada juga banyak industri yang memakai pati
untuk campuran tekstil maupun kertas, bahkan industri kosmetika pun tahu
bagaimana cara menggunakan bahan pati ini.
-
Pengeras
Pakaian
Dalam
kehidupan rumah tangga, khususnya pekerjaan yang berhubungan dengan menyetrika
pakaian, kanji atau pati bisa juga memainkan perannya dengan baik sebagai
pengeras pakaian. Kita bisa menggunakannya secara sederhana, yakni dengan
menyiapkan larutan kanji dalam bentuk cair yang lalu disemburkan ke atas
pakaian tepat sebelum menyetrikanya. Banyak yang sudah membuktikan juga bahwa
ketika mencuci tekstil (terutama sprei) dengan air campuran pati akan membuat
kain menjadi keras dan diyakini kotoran tidak akan menempel langsung di kainnya
alias tak gampang kotor.
-
Sebagai
Obat Biang Keringat
Biang
keringat pada dasarnya juga bisa diobati secara alami menggunakan pati atau
kanji daripada bedak khusus obat gatal-gatal. Cobalah untuk mengaplikasikan
pati secara merata ke area tubuh yang diserang biang keringat dan diamkan
beberapa waktu. Dipercaya efektif mengatasi biang keringat, tentu pemakaiannya
pun harus teratur supaya hasil maksimal bisa diperoleh.
-
Penyerap
Kelembaban
Bagi
yang sudah punya anak, terutama yang masih bayi, untuk menjaga agar bagian
kelangkang bayi tetap kering dan mengurangi kelembaban yang ada di sana, pati
sangat berguna. Para orang tua bisa mencoba menggunakan serbuk kanji ini dengan
menyapukan lembut ke bagian yang lembab tersebut supaya nantinya tak menjadi
gatal-gatal. Daripada bedak bayi, pati atau kanji ini justru efektivitasnya
lebih tinggi sebab kelembaban akan otomatis terserap olehnya dan permukaan
kulit akan kering dan terjaga dengan baik.
ii. Inulin
inulin adalah suatu jenis karbohidrat yang juga
mengandung serat dan tergolong sebagai prebiotik.Dan juga inulin adalah salah
satu jenis fruktan atau karbohidrat fruktosa yang juga dikenal sebagai gula
buah alami yang mempunyai banyak manfaat untuk menjaga kesehatan saluran
pencernaan dan menjaga daya tahan tubuh. Untuk secara alami, inulin bisa
ditemukan dalam berbagai buah-buahan dan sayur-sayuran, seperti apel, pisang,
asparagus, bawang merah, bawang putih, gandum, dan yang lainnya.
Ø Manfaat
- Menekan jumlah bakteri jahat dalam usus.
Dengan adanya inulin dapat
menekan jumlah bakteri jahat pada usus dan meningkatkan jumlah bakteri baik.
- Mencegah konstipasi atau sembelit.
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa inulin bersifat
bifidogenik, yang akan menjaga pertumbuhan bakteri baik pada usus besar dan
menjaga kesehatan saluran pencernaan sehingga terhindar dari sembelit.
- Membantu menurunkan berat badan.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa inulin dapat
membantu dalam menurunkan berat badan dengan mengurangi rasa lapar dan menjadi
cepat kenyang.
- Membantu meningkatkan penyerapan kalsium
Inulin juga dapat meningkatkan penyerapan kalsium dan
magnesium, dan meningkatkan dan memperbaiki mineralisasi tulang.
- Membantu menurunkan kolesterol
Inulin diketahui dapat mengurangi kadar kolesterol dari
makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit
komplikasi.
- Menjaga kadar gula darah
Inulin berfungsi untuk mengontrol kadar gula pada
penderita diabetes tipe dua yang kadar gulanya sering naik setelah makan.
Penurunan glukosa plasma yang dilakukan inulin tersebut membuat kadar gula
menjadi lebih baik lagi.
- Membantu mencegah kanker usus.
Diperkirakan bahwa fermentasi inulin menjadi butiran
kecil yang melindungi sel-sel usus dan mengurangi peradangan usus, serta
mengurangi pertumbuhan sel pra kanker pada usus.
iii.
Hemiselulosa
Hemiselulosa adalah matriks polisakarida, seperti arabinoxylan, yang
ada bersama dengan selulosa dalam hampir semua dinding sel tanaman.
Hemiselulosa adalah polisakarida yang terdapat dalam biomassa dari kebanyakan
tanaman; sekitar 20% -30% berat kering tanaman. Hemiselulosa, dikombinasikan
dengan selulosa, memberikan kekuatan fisik dan struktural untuk dinding sel.
Selain glukosa, komponen struktural lainnya di hemiselulosa adalah xilosa,
galaktosa, manosa, rhamnose, dan arabinosa. Hemiselulosa memiliki rantai lebih
pendek dari 500 dan 3000 unit gula dengan struktur bercabang.
iv.
Selulosa
Selulosa adalah polisakarida molekul organik dengan rumus
molekul (C6H10O5)n. Selulosa memiliki rantai linear dari beberapa ratus hingga
ribuan unit D-glukosa. Selulosa adalah senyawa polimer alami yang ditemukan
dalam banyak bahan-bahan alami; misalnya, itu adalah komponen struktural
dinding sel primer pada tumbuhan hijau.
Selulosa juga dapat ditemukan dalam banyak bentuk spesies
alga. Selulosa adalah polimer organik yang paling umum di Bumi. Banyak senyawa
alami yang kaya akan selulosa; misalnya, kandungan selulosa kayu, serat kapas,
dan rami kering masing-masing sekitar 40-50%, 90%, dan 57%.
v.
Gula
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi
sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan
dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi
manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang
diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi
yang akan digunakan oleh sel.
b. Nitrogen
i.
Protein
Protein
Merupakan Senyawa Organik Komplek Berbobot Molekul Besar Yang Terdiri Dari Asam
Amino Yang Digabungkan Satu Sama Lain Dengan Ikatan Peptida. Molekul Protein Mengandung
Karbon, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Sulfur Serta Fosfor. Protein Berperan
Penting Dalam Pembentukan Struktur, Fungsi, Regulasi Sel-Sel Makhluk Hidup Dan
Juga Virus. Protein Juga Bekerja Sebagai Neurotransmiter Serta Pembawa Oksigen
Dalam Darah (Hemoglobin). Protein Pun Berguna Sebagai Sumber Energi Tubuh.
ii.
Komponen
Amino
Unit
dasar penyusun struktur protein adalah asam amino. Dengan kata lain protein
tersusun atas asam-asam amino yang saling berikatan.
Struktur Asam Amino
Suatu asam amino-α terdiri atas:
Atom C α. Disebut α
karena bersebelahan dengan gugus karboksil (asam).
Atom H yang
terikat pada atom C α.
Gugus
karboksil yang terikat pada atom C α.
Gugus amino
yang terikat pada atom C α.
Gugus R yang
juga terikat pada atom C α.
Macam Asam
Amino
Ada
20 macam asam amino, yang masing-masing ditentukan oleh jenis gugus R atau
rantai samping dari asam amino. Jika gugus R berbeda maka jenis asam amino
berbeda.
TABEL
NAMA-NAMA ASAM AMINO
|
No
|
Nama
|
Singkatan
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
|
Alanin (alanine)
Arginin (arginine)
Asparagin (asparagine)
Asam aspartat (aspartic acid)
Sistein (cystine)
Glutamin (Glutamine)
Asam glutamat (glutamic acid)
Glisin (Glycine)
Histidin (histidine)
Isoleusin (isoleucine)
Leusin (leucine)
Lisin (Lysine)
Metionin (methionine)
Fenilalanin (phenilalanine)
Prolin (proline)
Serin (Serine)
Treonin (Threonine)
Triptofan (Tryptophan)
Tirosin (tyrosine)
Valin (valine)
|
Ala
Arg
Asn
Asp
Cys
Gln
Glu
Gly
His
Ile
Leu
Lys
Met
Phe
Pro
Ser
Thr
Trp
Tyr
Val
|
iii. Lemak dan Asam Lemak
Lemak adalah senyawa kimia tidak larut air yang disusun
oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Untuk melarutkan lemak
dibutuhkan pelarut khusus seperti eter, klorofom dan benzen. Seperti halnya
karbohidrat dan protein, lemak juga merupakan sumber energi. Lemak juga
termasuk pembangun dasar jaringan tubuh karena ikut berperan dalam membangun
membran sel dan beberapa membran organel sel. Sedangkan Asam Lemak ialah sumber
nutrisi bahan bakar penting untuk hewan karena, ketika dimetabolisme, meraka
menghasilkan ATP pada jumlah yang banyak. Banyak jenis sel yang bisa
menggunakan glukosa atau asam lemak untuk kebutuhan ini.
Peran lemak di dalam bahan makanan yang utama sebagai
sumber energi. Lemak merupakan suatu sumber energi yang dapat menyediakan
energi sekitar 2,25 kali lebih banyak daripada energi yang diberikan oleh
karbohidrat (gula, pati) atau protein. Istilah lemak atau minyak lebih umum
digunakan daripada istilah lipida. Lemak bersifat padat pada suhu ruang dan
minyak bersifat cair.
·
Secretory
Products
i.
Enzim
Enzim
merupakan senyawa protein yang tersusun atas komponen protein dan juga
katalitik yang berguna mempercepat suatu proses metabolisme di dalam tubuh.
Komponen ini begitu penting dalam proses metabolisme, karena mampu mempercepat
dengan menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan saat reaksi metabolisme akan
dimulai.
Kata
enzim berasal dari Bahasa Yunani yang berarti ragi. Percobaan fermentasi
alkohol yang dilakukan oleh Louis Pasteur menjadi tonggak terkait dengan
penemuan enzim. Enzim adalah senyawa yang tersusun atas protein (apoenzim) dan
senyawa non protein (cofactor).
Sifat
katalitik adalah ciri khas enzim yang membedakan antara enzim dengan protein
lainnya. sifat katalitik ini diperoleh dari gugus cofactor yang dapat berupa
senyawa organik (koenzim dan gugus prostetic), maupun senyawa anorganik (ion
logam).
Enzim
memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu reaksi kimia. Fungsi enzim
ialah mempercepat suatu reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa enzim, maka proses
metabolisme baik anabolisme ataupun katabolisme akan terganggu. Selain itu,
sifat enzim yang tidak ikut bereaksi dengan substrat inilah yang sangat
menguntungkan untuk percepatan reaksi kimia di dalam tubuh.
ii.
Pigmen
Pigmen
merupakan zat warna yang terdapat di tumbuhan, hewan, dan beberapa organisme
seperti bakteri, alga, dan khamir baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sejak dahulu, pigmen alami telah dimanfaatkan, baik secara tradisional maupun
komersial, sebagai pewarna makanan untuk meningkatkan organoleptik suatu produk
pangan. Tentu saja pigmen alami ini lebih aman digunakan daripada pigmen
sintetik. Penggunaan pigmen alami dalam makanan tergolong aman karena rendahnya
efek samping yang diakibatkan oleh konsumsi makanan yang mengandung pigmen.
Di
alam, pigmen alami tersedia dalam berbagai jenis warna, mulai dari hijau,
coklat, orange kemerahan, kuning, sampai merah. Zat warna alami hijau disebut
klorofil. Klorofil bersumber dari daun hijau seperti daun katuk, pandan, daun
suji, daun muda jati; buah-buahan seperti alpukat; rumput laut; dan bakteri
fotosintetik (bakterioklorofilik). Zat warna alami yang berwarna coklat adalah
tanin dan kurkumin.tanin dan kurkumin bersumber dari daun, biji, buah dan
rimpang seperti temu giring, temulawak, kayu manis, dan teh. Zat warna alami
orange-kemerahan disebut karotenoid. Karotenoid merupakan pigmen pelengkap yang
distribusinya terdapat paling melimpah di alam dan berfungsi melindungi
klorofil dari efek cahaya yang berlebihan (fotoproteksi). Karotenoid bersumber
dari buah seperti kesumba dan mangga, tumbuhan tingkat rendah seperti jamur
oncom;sayuran seperti wortel dan tomat; dan hewan seperti pada daging ikan,
cangkang udang dan kepiting.
Zat
warna alami kuning disebut kurkumin. Kurkumin merupakan pigmen nonfotosintetik
berwarna kuning yang bersifat lebih stabil terhadap suhu dan cahaya, juga dalam
tubuh manusia. Kurkumin berasal dari jenis rempah keluarga Zingibercaceae
seperti kunyit dan temu lawak. Sedangkan zat warna alami merah disebut
antosianin. Golongan antosianin merupakan pigmen alami dengan kisaran warna
merah yang luas. Antosianin berasal dari bunga bewarna seperti bunga rosella
dan sumber lainnya seperti buah duwet dan ubi ungu. Kandungan antosianin yang
besar dalam bunga menjadi penentu kenampakan warna bunga yang dihasilkan
terutama pada bunga berwana merah.
iii.
Madu
Madu
merupakan cairan kental seperti sirup bewarna cokelat kuning muda sampai
cokelat merah yang dikumpulkan dalam indung madu oleh
lebah Apis mellifera. Konstituen dari madu adalah campuran dekstrosa dan
fruktosa dengan jumlah yang sama dan dikenal sebagai gula invert 50-90% dari gula
yang tidak terinversi dan air. Madu biasa dipalsukan dengan gula invert buatan, sukrosa,
dan glukosa cair perdagangan. Madu dapat pula dipalsukan dengan cara pemberian suatu asupan
kepada lebah berupa larutan gula sukrosa yang bukan
berasal dari nektar.
·
Waste
Products
i.
Tanin
Tanin
(atau tanin nabati, sebagai lawan tanin sintetik) adalah suatu senyawa
polifenol yang berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang bereaksi
dengan dan menggumpalkan protein, atau berbagai senyawa organik lainnya
termasuk asam amino dan alkaloid.
Tanin
(dari bahasa Inggris tannin; dari bahasa Jerman Hulu Kuno tanna, yang berarti
“pohon ek” atau “pohon berangan”) pada mulanya merujuk pada penggunaan bahan tanin
nabati dari pohon ek untuk menyamak belulang (kulit mentah) hewan agar menjadi
kulit masak yang awet dan lentur. Namun kini pengertian tanin meluas, mencakup
aneka senyawa polifenol berukuran besar yang mengandung cukup banyak gugus
hidroksil dan gugus lain yang sesuai (misalnya karboksil) untuk membentuk
perikatan kompleks yang kuat dengan protein dan makromolekul yang lain.
Senyawa-senyawa
tanin ditemukan pada banyak jenis tumbuhan; berbagai senyawa ini berperan
penting untuk melindungi tumbuhan dari pemangsaan oleh herbivora dan hama,
serta dalam pengaturan pertumbuhan. Tanin yang terkandung dalam buah muda
menimbulkan rasa kelat (sepat) perubahan-perubahan yang terjadi pada senyawa
tanin bersama berjalannya waktu berperan penting dalam proses pemasakan buah.
Kandungan
tanin dari bahan organik (serasah, ranting dan kayu) yang terlarut dalam air
hujan (bersama aneka subtansi humus), menjadikan air yang tergenang di
rawa-rawa dan rawa gambut berwarna coklat kehitaman seperti air teh, yang
dikenal sebagai air hitam (black water). Kandungan tanin pula yang membuat air
semacam ini berasa kesat dan agak pahit.
Tanin
terutama dimanfaatkan orang untuk menyamak kulit agar awet dan mudah digunakan.
Tanin juga digunakan untuk menyamak (mengubar) jala, tali, dan layar agar lebih
tahan terhadap air laut. Selain itu tanin dimanfaatkan sebagai bahan pewarna,
perekat, dan mordan.
ii.
Kristal
Mineral
Kristal
adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara
teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi , Secara umum, zat
cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. Pada kondisi ideal,
hasilnya bisa berupa kristal tunggal. yang semua atom-atom dalam padatannya
“terpasang” pada kisi atau struktur kristal yang sama, tapi, secara umum,
kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga menghasilkan padatan
polikristalin. Misalnya, kebanyakan logam yang kita temui sehari-hari merupakan
polikristal Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan
tergantung pada kimia cairannya sendiri, kondisi ketika terjadi pemadatan, dan
tekanan ambien. Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai
kristalisasi. Contoh dari kristal adalah: kuarsa (SiO2), K2O, Na, SiO2
Ø
Sistem Kristal
Sistem kristal
di kelompokkan menjadi 7 sistem, antara lain:
1.
Isometrik
2.
Tetragonal
3.
Hexagonal
4.
Trigonal
5.
Orthorombik
6.
Monoklin
7.
Triklin
Mineral
ialah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara
anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas tertentu dan mempunyai
atom-atom yang tersusun secara teratur.
Semua
mineral mempunyai susunan kimiawi tertentu dan
penyusun atom-atom yang beraturan, maka setiap jenis mineral mempunyai
sifat-sifat fisik tersendiri. Dengan mengenal sifat-sifat tersebut maka setiap
jenis mineral dapat dikenal, sekaligus kita mengetahui susunan kimiawinya dalam
batas-batas tertentu.
Ø
Sifat Fisik Mineral
Macam - macam
sifat fisik mineral yang terpenting dalam pengamatan mineral sebagai
identifikasi mineral yaitu, sebagai berikut :
•
Warna [Colour]
•
Kilap [Luster]
•
Cerat / Gores [Streak]
•
Belahan [Cleavage]
•
Pecahan [Fracture]
•
Kekerasan Mineral [Hardness]
•
Berat Jenis [Specific Gravity]
•
Transparansi [Transparency]
•
Keliatan [Tenacity]
•
Kemagnetan [Magnetism]
iii.
Lateks
Lateks
adalah getah kental, seringkali mirip susu, yang dihasilkan banyak tumbuhan dan
membeku ketika terkena udara bebas. Selain tumbuhan, beberapa hifa jamur juga
diketahui menghasilkan cairan kental mirip lateks. Pada tumbuhan, lateks
diproduksi oleh sel-sel yang membentuk suatu pembuluh tersendiri, disebut
pembuluh lateks. Sel-sel ini berada di sekitar pembuluh tapis (floem) dan
memiliki inti banyak dan memproduksi butiran-butiran kecil lateks di bagian
sitosolnya. Apabila jaringan pembuluh sel ini terbuka, misalnya karena keratan,
akan terjadi proses pelepasan butiran-butiran ini ke pembuluh dan keluar
sebagai getah kental. Lateks terdiri atas partikel karet dan bahan bukan karet
(non-rubber) yang terdispersi di dalam air. Lateks juga merupakan suatu larutan
koloid dengan partikel karet dan bukan karet yang tersuspensi di dalam suatu
media yang mengandung berbagai macam zat. Di dalam lateks mengandung 25-40%
bahan karet mentah (crude rubber) dan 60-75% serum yang terdiri dari air dan
zat yang terlarut. Bahan karet mentah mengandung 90-95% karet murni, 2-3%
protein, 1-2% asam lemak, 0.2% gula, 0.5% jenis garam dari Na, K, Mg, Cn, Cu,Mn
dan Fe. Partikel karet tersuspensi atau tersebar secara merata dalam serum
lateks dengan ukuran 0.04-3.00 mikron dengan bentuk partikel bulat sampai
lonjong.
Lateks
merupakan emulsi kompleks yang mengandung protein, alkaloid, pati, gula,
(poli)terpena, minyak, tanin, resin, dan gom. Pada banyak tumbuhan lateks
biasanya berwarna putih, namun ada juga yang berwarna kuning, jingga, atau
merah.
iv.
Minyak
Esensial
Minyak
esensial atau minyak atsiri adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud
cairan kental pada suhu ruang namun mudah mengua
p sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar
dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam
perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit
minyak wangi.
Para
ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder yang biasanya
berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama)
ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati)
dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga
mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang
berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai
minyak atsiri.
Minyak
atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan
senyawa komponennya kuat memengaruhi saraf manusia (terutama di hidung)
sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu. Setiap senyawa
penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang
berbeda. Karena pengaruh psikologis ini, minyak atsiri merupakan komponen
penting dalam aromaterapi atau kegiatan-kegiatan liturgi dan olah pikiran/jiwa,
seperti yoga atau ayurveda.
Sebagaimana
minyak lainnya, sebagian besar minyak atsiri tidak larut dalam air dan pelarut
polar lainnya. Dalam parfum, pelarut yang digunakan biasanya alkohol. Dalam
tradisi timur, pelarut yang digunakan biasanya minyak yang mudah diperoleh,
seperti minyak kelapa.Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan
senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak
(lipofil).
Komentar
Posting Komentar