makalah fungi dan gangang
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami ucapkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas segala rahmat, petunjuk,
dan karunia-Nya sehingga kelompok dapat
menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Mikrobiologi yang berjudul Fungi/Cendawan dan
Alga/Ganggang. Makalah ini dapat digunakan
sebagai wahana untuk menambah pengetahuan, sebagai teman belajar, dan sebagai
referensi tambahan dalam belajar Mikrobiologi khususnya
tentang Fungi/Cendawan dan Alga/Ganggang.
Makalah ini dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat dengan mudah mempelajari
dan memahami tentang Fungi/Cendawan dan Alga/Ganggang secara
lebih lanjut.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca dan penulis untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang materi
ini. Namun dibalik
pembuatan ini kelompok menyadari bahwa masih ada kekurangan dan maka dari itu
kritik dan saran kami perlukan agar makalah ini dapat disusun secara lebih baik
lagi.
Tondano, April 2019
PENULIS
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................... i
DAFTAR ISI
................................................................................................................. ii
BAB I
A. Latar Belakang
.................................................................................................. 3
B. Rumusan Masalah
............................................................................................ 4
C. Tujuan Penulisan
............................................................................................... 2
BAB II
A. Pengertian Fungi
.............................................................................................. 6
B. Reproduksi Jamur
............................................................................................. 8
C. Struktur Tubuh
Jamur........................................................................................ 10
D. Alga................................................................................................................... 11
E. Macam-Macam
Alga.......................................................................................... 15
BAB III
Kesimpulan
............................................................................................................. 23
DAFTAR
PUSTAKA
....................................................................................................... 24
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut sporofit. Fungi memiliki berbagai macam penampilan tertgantung pada spesiesnya (Pelczar, 1986).Dalam Campbell (2003), Fungi adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota multiseluler. Meskipun fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan, fungi adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi struktural serta pertumbuhan dan reproduksi.Jamur sering dianggap sebagai organisme yang tergolong dalam tumbuhan, tetapi adapula yang menganggap jamur sebagai golongan organisme yang terpisah dari tumbuhan. Dengan demikian terdapat pula perbedaan dalam klasifikasinya, tetapi perbedaan tadi terletak pada taksa yang lebih tinggi dari kelas, sedangkan taksa dari kelas kebawah tidak terdapat perbedaan.
Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut sporofit. Fungi memiliki berbagai macam penampilan tertgantung pada spesiesnya (Pelczar, 1986).Dalam Campbell (2003), Fungi adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota multiseluler. Meskipun fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan, fungi adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi struktural serta pertumbuhan dan reproduksi.Jamur sering dianggap sebagai organisme yang tergolong dalam tumbuhan, tetapi adapula yang menganggap jamur sebagai golongan organisme yang terpisah dari tumbuhan. Dengan demikian terdapat pula perbedaan dalam klasifikasinya, tetapi perbedaan tadi terletak pada taksa yang lebih tinggi dari kelas, sedangkan taksa dari kelas kebawah tidak terdapat perbedaan.
Alga
merupakan organisme eukariotik fotoautotrof. Meskipun berfotosintesis, alga
berbeda dari tanaman karena alga tidak memiliki jaringan tanaman (akar, batang
dan daun). Spesies alga ada yang bersifat uniseluler dan ada pula yang bersifat
multiseluler. Warna sebagian besar alga dipengaruhi klorofil a ( pigmen
penyerap cahaya) dan pigmen fotosintesis lainnya yang dikenal sebagai
karotenoid dan biloprotein (disebut juga fikobilin). Karotenoid adalah
hidrokarbon lurus berwarna kuning, jingga atau merah yang tidak larut dalam
air. Biloprotein atau fikobilin adalah kompleks pigmen berwarna biru atau merah
yang larut dalam air. Semua alga memperoleh energi dari proses fotosintesis dan
menghasilkan oksigen. Banyak alga yang hidup sebagai sel tunggal dan ada pula
yang membentuk koloni multiseluler yang berisi sel-sel yang secara morfologi
identik. Sel-sel alga sering kali memiliki pirenoid, yaitu organel yang
menyintesis dan menyimpan pati. Struktur reproduktif alga berupa satu sel gamet
yang disebut gametangia.
B. RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan dalam Makalah ini antara lain sebagai berikut :
1) Apa pengertian dari jamur?
2) Bagaimana sistem reproduksi jamur?
3) Bagaimana struktur tubuh jamur ?
4) Bagaimana peranan jamur ?
5) Apa itu alga ?
6) Bagaimana sistem reproduksi alga ?
7) Bagaimana struktur tubuh alga ?
8) Apa peranan alga ?
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan dalam Makalah ini antara lain sebagai berikut :
1) Apa pengertian dari jamur?
2) Bagaimana sistem reproduksi jamur?
3) Bagaimana struktur tubuh jamur ?
4) Bagaimana peranan jamur ?
5) Apa itu alga ?
6) Bagaimana sistem reproduksi alga ?
7) Bagaimana struktur tubuh alga ?
8) Apa peranan alga ?
C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah :
1) Untuk mengetahui pengertian dari fungi.
2) Untuk mengetahui sistem reproduksi jamur.
3) Untuk mengetahui struktur tubuh jamur.
4) Untuk mengetahui peranan jamur
5) Untuk mengetahui pengertian dari alga.
6) Untuk mengerahui sistem reproduksi alga.
7) Untuk mengetahui struktur tubuh alga.
8) Untuk mengetahui peranan alga.
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah :
1) Untuk mengetahui pengertian dari fungi.
2) Untuk mengetahui sistem reproduksi jamur.
3) Untuk mengetahui struktur tubuh jamur.
4) Untuk mengetahui peranan jamur
5) Untuk mengetahui pengertian dari alga.
6) Untuk mengerahui sistem reproduksi alga.
7) Untuk mengetahui struktur tubuh alga.
8) Untuk mengetahui peranan alga.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Jamur
PENGERTIAN JAMUR
Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:
1). Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh darisekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamurkuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
2). Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.
3) Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dariungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah ditumbuhi kapang'.
PENGERTIAN JAMUR
Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:
1). Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh darisekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamurkuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
2). Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.
3) Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dariungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah ditumbuhi kapang'.
Jamur adalah organisme
yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik, subtropik, di kutub
utara, maupun antarika. Fungi juga ditemukan di darat, di perairan tawar, di
laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipegunungan,
maupun di udara. Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan fungi,
antara lain kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran
nutrien-nutrien yang diperlukan.
Sedangkan pendapat
lain mengatakan bahwa Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk
hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu
menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam
bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang,
khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar
yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit
banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang
sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi
memperbanyak diri secara seksual dan aseksual.
Sedangkan dari sudut lain
mengatakan bahwa fungi adalah mikroorganisma eukaryotik yang hidup secara saprofit
karena tidak dapat berfotosintesa. Pada dasarnya sel -sel fungihampir sama
dengan sel - sel hewan. Bahkan hal ini juga yang menjadi salah satu alasan
mengapa sulit ditemukan strategi yang tepat dalam mengobati infeksi oleh jamur
tanpa berefek toksik bagi inang / host nya. Di alam ini fungi dapat bersifat
sangat merugikan manusia dengan menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang
dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan dengan menghasilkan produk - produk
yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh antibiotika, vitamin, asam
organik dan enzim.
B. REPRODUKSI JAMUR
Spora fungi memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dan dapat dihasilkan secara seksual maupun aseksual. Pada umumnya spora adalah organisme uniseluler , tetapi ada juga spora multiseluler. Spora dihasilkan di dalam atau dari struktur hifa yang terspesalisasi. Ketika kondisi lingkngan memungkinkan, pertumbuhan yang cepat, fungi mengklon diri mereka sendiri dengan cara menghasilkan banyak sekal spora secara aseksual. Terbawa oleh angin atau air, spora-spora tersebut berkecamabh jika berada pada tempat yang lembab pada permukaan yang sesuai (Campbell 2003).
Spora fungi memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dan dapat dihasilkan secara seksual maupun aseksual. Pada umumnya spora adalah organisme uniseluler , tetapi ada juga spora multiseluler. Spora dihasilkan di dalam atau dari struktur hifa yang terspesalisasi. Ketika kondisi lingkngan memungkinkan, pertumbuhan yang cepat, fungi mengklon diri mereka sendiri dengan cara menghasilkan banyak sekal spora secara aseksual. Terbawa oleh angin atau air, spora-spora tersebut berkecamabh jika berada pada tempat yang lembab pada permukaan yang sesuai (Campbell 2003).
Menurut Pelczar (1986),
bahwa spora seksual yang dihasilkan dari peleburan dua nukleus. Ada beberapa
spora seksual yaitu:
1). Aksospora: Spora bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
2). Basidiospora: Spora bersel satu ini terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
3). Zigospora: merupakan spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangin, pada beberapa cendawan melebur.
4). Oospora: Spora ini terbentuk di dalam struktur betina khusus yang disebut ooginium, pembuahan telur atau oosfer oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium mengasilkan oospora.
1). Aksospora: Spora bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
2). Basidiospora: Spora bersel satu ini terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
3). Zigospora: merupakan spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangin, pada beberapa cendawan melebur.
4). Oospora: Spora ini terbentuk di dalam struktur betina khusus yang disebut ooginium, pembuahan telur atau oosfer oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium mengasilkan oospora.
C. STRUKTUR TUBUH JAMUR
Jamur termasuk tumbuhan tingkat rendah dan seperti halnya dengan tumbuhan lainnya jamur mempunyai 2 fase dalam siklus hidupnya, yaitu:
fase vegetative.
fase reproduktif/generatif.
Jamur termasuk tumbuhan tingkat rendah dan seperti halnya dengan tumbuhan lainnya jamur mempunyai 2 fase dalam siklus hidupnya, yaitu:
fase vegetative.
fase reproduktif/generatif.
Struktur vegetatif dari
jamur sendiri terdiri dari hifa yang menyerupai benang-benangpanjang. Hifa
secara kolektif membentuk miselium dan panjangnya ada yang sampai beberapa meter.
Hifa ada yang beruas dan tak beruas. Pada hifa yang beruas hifanya terbagi
dengan sekat-sekat dan setiap ruas mengandung satu nucleus atau banyak
nucleus.Pada tipe yang tak beruas terdiri dari hifa yang mempunyai banyak
nucleus yang tidak dibatasi oleh sekat. Pada tipe ini dapat pula dijumpai
dinding sekat terutama pada hifa yang tua. Jamur parasit mempunyai hifa yang
ektofitik atau endofitik. Miselium yang ektofitik berada pada permukaan tanaman
inang sedangkan miselium yang endofitik berada didalam jaringan tanaman inang
dan dapat tumbuh secara interseluler (diantara sel) atau intraseluler (masuk
kedalam sel). Hifa yang ektofitik dan interseluler membentuk haustorium ke
dalarn sel untuk memperoleh zat makanan. Bentuk haustorium dapat bulat atau seperti
akar.
D. KLASIFIKASI
JAMUR
1) Divisi Zygomycota
Jamur yang tergolong divisi ini hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk. Namun,Zygomycota berasal dari Zigospongarium. Zigospora merupakan spora istirahat yang memiliki dinding tebal.Jenis jamur yang tergolong Zygomycota, antara lain:
Jamur Roti (Rhizopus Nigricans)
Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora.
Jamur Tempe (Rhizopus Stolonifer)
Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe. Reproduksi rhizopus Stolonifer dapat terjadi secara seksual dan aseksual.
Pilobolus
Adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi. Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya. Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.
2) Divisi Ascomycota
Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler. Jamur ini ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.Spesies yang tergolong Ascomycota, diantaranya sebagai berikut:
Penicillium
Jamur ini berwarna hjjau kebiruan dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan bergula. Penicillium dibagi menjadi dua: Penicillium Camemberti dan Penicilium Requeforti, kedua jamur ini dimanfaatkan dalam industri keju. Beberapa setelah keju tersebut ditanam diatas keju, cabang hifa akan tumbuh diseluruh keju.
Ragi (Saccharomyces)
Merupakan organisme uniseluler yang dikelompokkan ke dalam Ascomycotakarena reproduksi seksualnya terjadi dengan pembentukan Askus
Neurospora
Jamur ini dimanfaatkan untuk pembuatan makanan dari kacang tanah dengan suatu proses fermentasi jamur. Selain dimanfaatkan sebagai pembuatan oncom, jamur juga digunakan sebagi objek penelitian genetika.
Higrophorus Coccineal dan Morcella Deliciosa
Jamur ini bersifat parasit, banyak menyerang hewan selain itu, dapat membusukkan kayu dna buah-buahan.
3) Divisi Basidiomycota
Pada umumnya tubuh buah jamur dari divisi Basidiomycota berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis). Jamur dari divisi basidomycota memiliki ciri khas, yang memiliki Basidium. Basidium merupakan alat reproduksi seksual yang terdapat dalam bilah. Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp. Spora yang dihasilkan dalam basidium dinamakan Basidiospora.Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
Puccinia Graminis
Jamur Merang (Volcariella Volvacea)
Ustilago maydis
Jamur Kuping
Amanita Muscaria
4) Divisi Deuteromycota
Jamur yang tergolong Deuteromyota adalah jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini biasa disebut jamur tidak sempurna atau Jamur Imperfecti (Campbell, 1998: 581). Reproduksi aseksualnya terjadi dengan fragmentasi atau dengan Konidium.Berikut contoh jamur dari Divisi Deuteromycota, antara lain:
Aspergillus
Merupakan jamur yang hidup pada medium dengan derjat keasaman dan kandungan gula tinggi.
Epidermophyton dan Mycosporium
Kedua jenis jamur ini merupakan parasit pada manusia. Epidermophyton menyebabkan penyakit kaki pada atlit, sedangkan Mycosporium penyebab penyakit kurap.
Fusarium, Verticellium, dan Cercos
Ketiga jenis jamur ini merupakan parasit pada tumbuhan. Jamur ini jika tdaik dibasmi dengan fungisida dapat merugikan tumbuhan yang diserangnya.
1) Divisi Zygomycota
Jamur yang tergolong divisi ini hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk. Namun,Zygomycota berasal dari Zigospongarium. Zigospora merupakan spora istirahat yang memiliki dinding tebal.Jenis jamur yang tergolong Zygomycota, antara lain:
Jamur Roti (Rhizopus Nigricans)
Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora.
Jamur Tempe (Rhizopus Stolonifer)
Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe. Reproduksi rhizopus Stolonifer dapat terjadi secara seksual dan aseksual.
Pilobolus
Adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi. Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya. Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.
2) Divisi Ascomycota
Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler. Jamur ini ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.Spesies yang tergolong Ascomycota, diantaranya sebagai berikut:
Penicillium
Jamur ini berwarna hjjau kebiruan dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan bergula. Penicillium dibagi menjadi dua: Penicillium Camemberti dan Penicilium Requeforti, kedua jamur ini dimanfaatkan dalam industri keju. Beberapa setelah keju tersebut ditanam diatas keju, cabang hifa akan tumbuh diseluruh keju.
Ragi (Saccharomyces)
Merupakan organisme uniseluler yang dikelompokkan ke dalam Ascomycotakarena reproduksi seksualnya terjadi dengan pembentukan Askus
Neurospora
Jamur ini dimanfaatkan untuk pembuatan makanan dari kacang tanah dengan suatu proses fermentasi jamur. Selain dimanfaatkan sebagai pembuatan oncom, jamur juga digunakan sebagi objek penelitian genetika.
Higrophorus Coccineal dan Morcella Deliciosa
Jamur ini bersifat parasit, banyak menyerang hewan selain itu, dapat membusukkan kayu dna buah-buahan.
3) Divisi Basidiomycota
Pada umumnya tubuh buah jamur dari divisi Basidiomycota berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis). Jamur dari divisi basidomycota memiliki ciri khas, yang memiliki Basidium. Basidium merupakan alat reproduksi seksual yang terdapat dalam bilah. Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp. Spora yang dihasilkan dalam basidium dinamakan Basidiospora.Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
Puccinia Graminis
Jamur Merang (Volcariella Volvacea)
Ustilago maydis
Jamur Kuping
Amanita Muscaria
4) Divisi Deuteromycota
Jamur yang tergolong Deuteromyota adalah jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini biasa disebut jamur tidak sempurna atau Jamur Imperfecti (Campbell, 1998: 581). Reproduksi aseksualnya terjadi dengan fragmentasi atau dengan Konidium.Berikut contoh jamur dari Divisi Deuteromycota, antara lain:
Aspergillus
Merupakan jamur yang hidup pada medium dengan derjat keasaman dan kandungan gula tinggi.
Epidermophyton dan Mycosporium
Kedua jenis jamur ini merupakan parasit pada manusia. Epidermophyton menyebabkan penyakit kaki pada atlit, sedangkan Mycosporium penyebab penyakit kurap.
Fusarium, Verticellium, dan Cercos
Ketiga jenis jamur ini merupakan parasit pada tumbuhan. Jamur ini jika tdaik dibasmi dengan fungisida dapat merugikan tumbuhan yang diserangnya.
E. LIKEN
(LUMUT KERAK)
Adalah hidup simbiosis antara jamur dengan algae. Liken merupakan hasil simbiosis antara jamur ascomycotina atau basidiomycotina dengan algae hijau atau algae biru. Lumut kerak dapat kita temukan pada kulit pohon dan batu-batuan. Talus liken berbentuk tipis yang tersusun atas miselium dan hifa. Setiap liken mempunyai bentuk dan warna serta habitat tertentu yang mempunyai ketergantungan pada jenis-jenis dan algae yang ada.
Adalah hidup simbiosis antara jamur dengan algae. Liken merupakan hasil simbiosis antara jamur ascomycotina atau basidiomycotina dengan algae hijau atau algae biru. Lumut kerak dapat kita temukan pada kulit pohon dan batu-batuan. Talus liken berbentuk tipis yang tersusun atas miselium dan hifa. Setiap liken mempunyai bentuk dan warna serta habitat tertentu yang mempunyai ketergantungan pada jenis-jenis dan algae yang ada.
Jamur pada liken memperoleh
makanan dari hasil fotosintesis algae, dan memperoleh air atau mineral dari
jamur. Inilah yangmenunjukan adanya simbiosis antara jamur dan algae. Lumut
kerak melekat pada batu-batuan menggunakan rizoidnya. Bila terjadi perobahan
cuaca dan kelembaban, maka liken akan melepaskan fragmen talus dan zat kimia
sehingga dapat melapukan permukaan batuan tersebut dengan demikian liken akan
tetap hidup.
Karena sifat di atas liken
disebut dengan tumbuhan pioner (tumbuhan pertama atau pemula yang dapat
mencapai pada lahan yang baru.Contoh :
Usnea barbata dan Usnea dasypoga : untuk obat tuberculosis, pengahsil antibiotik asam usnin.
Parmelia acetubulum : berupa lembaran seperti kulit, hidup di pohon dan batu-batuan.
Usnea barbata dan Usnea dasypoga : untuk obat tuberculosis, pengahsil antibiotik asam usnin.
Parmelia acetubulum : berupa lembaran seperti kulit, hidup di pohon dan batu-batuan.
F. MIKORHIZA
Adalah struktur yang
terbentuk karena adanya simbiosis jamur dan akar tumbuhan tinggi. Frank, ahli
Botani berkebangsaan Jerman, merupakan orang yang pertama kali menemukan
hubungan simbiosis antara akar tumbuhan dan jamur yang dinamakan Mikoriza pad
atahun 1885.Tipe Mikoriza ditinjau dari struktur anatomi, adalah sebagai
berikut:
1) Ektomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman pinus, apabila hifanya tidak menembus ke dalam akar tetapi hanya pada sampai lapisan epidermis.Dengan adanya ektomikorhiza akar tanaman tidak memerlukan lagi bulu-bulu akar. Melalui jamur ini tanaman dapat memperoleh air atau unsur lainnya. Jamur ini tidak dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman.
2) Endomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman, apabila hifanya dapat menembus sampai ke dalam (korteks). Jamur ini biasanya terdapat tanaman anggrek, kol, bit dan beberapa jenis pohon lain. Endomikorhiza dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan tanaman inangnya. Jamur ini membantu pertumbuhan bintil akar tanaman Leguminoceae dan mempercepat fiksasi nitrogen.
1) Ektomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman pinus, apabila hifanya tidak menembus ke dalam akar tetapi hanya pada sampai lapisan epidermis.Dengan adanya ektomikorhiza akar tanaman tidak memerlukan lagi bulu-bulu akar. Melalui jamur ini tanaman dapat memperoleh air atau unsur lainnya. Jamur ini tidak dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman.
2) Endomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman, apabila hifanya dapat menembus sampai ke dalam (korteks). Jamur ini biasanya terdapat tanaman anggrek, kol, bit dan beberapa jenis pohon lain. Endomikorhiza dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan tanaman inangnya. Jamur ini membantu pertumbuhan bintil akar tanaman Leguminoceae dan mempercepat fiksasi nitrogen.
Keuntungan tumbuhan dengan
adanya Mikoriza adalah sebagai berikut:
A.Pertumbuhannya lebih cepat dan dapat meningkatkan penyerapan unsur harta (terutama fosfat)
B.Tumbuhan lebih tahan kekeringan karena Mikoriza dapat meningkatkan ketersediaan air
C. Mikoriza melindungi akar dari infeksi organisme yang pathogen
D. Mikoriza dapat membentuk hormon auksin, sitokinin, dan giberelin yang berpengaruh dalam peningkatan pertumbuhan tumbuhan
A.Pertumbuhannya lebih cepat dan dapat meningkatkan penyerapan unsur harta (terutama fosfat)
B.Tumbuhan lebih tahan kekeringan karena Mikoriza dapat meningkatkan ketersediaan air
C. Mikoriza melindungi akar dari infeksi organisme yang pathogen
D. Mikoriza dapat membentuk hormon auksin, sitokinin, dan giberelin yang berpengaruh dalam peningkatan pertumbuhan tumbuhan
G. PERAN
JAMUR BAGI MANUSIA
Penggunaan manusia jamur untuk persiapan makanan atau pelestarian dan keperluan lainnya sangat luas dan memiliki sejarah panjang. Jamur pertanian dan mengumpulkan jamur merupakan industri besar di banyak negara. Studi tentang dampak menggunakan historis dan sosiologis dari jamur ini dikenal sebagai ethnomycology .
Penggunaan manusia jamur untuk persiapan makanan atau pelestarian dan keperluan lainnya sangat luas dan memiliki sejarah panjang. Jamur pertanian dan mengumpulkan jamur merupakan industri besar di banyak negara. Studi tentang dampak menggunakan historis dan sosiologis dari jamur ini dikenal sebagai ethnomycology .
Karena kapasitas kelompok
ini untuk menghasilkan berbagai besar produk alami dengan antimikroba aktivitas
biologis atau lainnya, banyak spesies telah lama digunakan atau sedang
dikembangkan untuk industri produksi antibiotik , vitamin, dan anti-kanker dan kolesterol-menurunkan
obat. Baru-baru ini, metode telah dikembangkan untuk rekayasa genetika jamur,
yang memungkinkan rekayasa metabolik spesies jamur. Sebagai contoh, modifikasi
genetik dari spesies ragi yang mudah tumbuh padatingkat yang cepat dalam fermentasi
besar kapal-telah membuka cara farmasi produksi yang berpotensi lebih efisien
daripada produksi oleh organisme sumber asli.
B. Alga
Alga adalahprotista yang mirip dengan tumbuhan, karena tubuhnya terdapat talus (bagian tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang,dan daun).(Prawirohartono, 2007)Tubuh alga disebut thallus dan bersifat haploid. Thallus dapat tersusun atas satu sel ataupun banyak sel dalam pengaturan yang bervariasi. Ada empat tipe alga berdasarkan struktur tubuhnya, yaitu alga uniseluler, alga koloni, alga berfilamen dan alga multiseluler. Struktur alga uniseluler mengandung satu sel. Sebagian besar merupakan organisme akuatik dalam bentuk fitoplankton, yaitu suatu populasi organisme fotosintetik yang menjadi dasar rantai makanan. Alga kolonial memiliki struktur yang mengandung sekelompok sel yang berkoordinasi dan terspesialisasi. Sel-sel ini memungkinkan alga bergerak, makan dan bereproduksi secara efisien. Alga berfilamen memiliki thallus berbentuk batang ramping yang tersusun atas berderet-deret sel yang ujungnya terkait satusama lain. Beberapa diantaranya memiliki struktur terspesialisasi yang disebut struktur pemegang (holdfast) yang bercabang dan tertanam pada batuan. Alga multiseluler memiliki thallus serupa daun yang besar dan kompleks dengan bentuk seperti pisau atau silet. Terdapat pula struktur berupa batang. Thallus tidak memiliki xilem dan floem. Serta menyerap nutrisi dari air disekelilingnya. Batang alga tidak memiliki lignin (tidak berkayu) sehingga tidak berfungsi seperti batang pada tanaman. Alga mengapung diair dengan adanya struktur daun menyerupai silet atau pisau yang berisi rongga udara disebut pneumatocyst. (J. Pelczar, 2010)
Alga adalahprotista yang mirip dengan tumbuhan, karena tubuhnya terdapat talus (bagian tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang,dan daun).(Prawirohartono, 2007)Tubuh alga disebut thallus dan bersifat haploid. Thallus dapat tersusun atas satu sel ataupun banyak sel dalam pengaturan yang bervariasi. Ada empat tipe alga berdasarkan struktur tubuhnya, yaitu alga uniseluler, alga koloni, alga berfilamen dan alga multiseluler. Struktur alga uniseluler mengandung satu sel. Sebagian besar merupakan organisme akuatik dalam bentuk fitoplankton, yaitu suatu populasi organisme fotosintetik yang menjadi dasar rantai makanan. Alga kolonial memiliki struktur yang mengandung sekelompok sel yang berkoordinasi dan terspesialisasi. Sel-sel ini memungkinkan alga bergerak, makan dan bereproduksi secara efisien. Alga berfilamen memiliki thallus berbentuk batang ramping yang tersusun atas berderet-deret sel yang ujungnya terkait satusama lain. Beberapa diantaranya memiliki struktur terspesialisasi yang disebut struktur pemegang (holdfast) yang bercabang dan tertanam pada batuan. Alga multiseluler memiliki thallus serupa daun yang besar dan kompleks dengan bentuk seperti pisau atau silet. Terdapat pula struktur berupa batang. Thallus tidak memiliki xilem dan floem. Serta menyerap nutrisi dari air disekelilingnya. Batang alga tidak memiliki lignin (tidak berkayu) sehingga tidak berfungsi seperti batang pada tanaman. Alga mengapung diair dengan adanya struktur daun menyerupai silet atau pisau yang berisi rongga udara disebut pneumatocyst. (J. Pelczar, 2010)
Alga

gambar alga hijau
Alga adalah protista yang mirip dengan tumbuhan,
karena tubuhnya terdapat talus (bagian
tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun).Alga bereproduksi
secara aseksual maupun seksual :
1.Aseksual (Vegetatif)
Reproduksi aseksual alga multiseluler adalah dengan jalan fregmentasi thallus atau filamen yang menghasilkan thallus atau filamen baru. Reproduksi aseksual alga uniseluler berlangsung dengan cara mitosis (pembelahan inti), selanjutnya kedua inti pindah sebagian yang berlawanan pada sel dan sel membelah menjadi dua sel (sitokinesis). Banyak spora aseksual alga aquatik berflagela dan motil, dinamakan zoospora. Spora nonmotil atau aplanospora dibentuk oleh alga yang hidup didarat.
1.Aseksual (Vegetatif)
Reproduksi aseksual alga multiseluler adalah dengan jalan fregmentasi thallus atau filamen yang menghasilkan thallus atau filamen baru. Reproduksi aseksual alga uniseluler berlangsung dengan cara mitosis (pembelahan inti), selanjutnya kedua inti pindah sebagian yang berlawanan pada sel dan sel membelah menjadi dua sel (sitokinesis). Banyak spora aseksual alga aquatik berflagela dan motil, dinamakan zoospora. Spora nonmotil atau aplanospora dibentuk oleh alga yang hidup didarat.
2.Seksual
(Generatif)
Pada reproduksi seksual terdapat konjugasi gamet sel jantan dan betina sehingga dihasilkan zigot. Jika gamet secara morfologi serupa, proses konjugasi tersebut dinamakan isogami, jika gamet berbeda ukuran maka proses konjugasi tersebut dinamakan heterogami. Ovum (sel telur betina) berukuran besar dan nonmotil, sedangkan gamet jantan (sel sperma) berukuran kecil dan motil dengan aktif. Proses seksual ini disebut oogami .Isogami, perkembangbiakan secara kawin antara sel jantan dengan sel betina yang berukuran sama.
a. Anisogami, Perkembangbiakan secara generative yang jenis kelaminnya dapat dibedakan dari ukurannya (sel kelamin jantan lebih kecil dari pada sel kelamin betina ).
b. Oogami, Perkembangbiakan antar organisme yang berbeda jenis kelaminnya dan masing-masing jenis telah mempunyai gamet, yaitu gamet jantan (spermatozoid) dan gamet betina (ovum).
Pada reproduksi seksual terdapat konjugasi gamet sel jantan dan betina sehingga dihasilkan zigot. Jika gamet secara morfologi serupa, proses konjugasi tersebut dinamakan isogami, jika gamet berbeda ukuran maka proses konjugasi tersebut dinamakan heterogami. Ovum (sel telur betina) berukuran besar dan nonmotil, sedangkan gamet jantan (sel sperma) berukuran kecil dan motil dengan aktif. Proses seksual ini disebut oogami .Isogami, perkembangbiakan secara kawin antara sel jantan dengan sel betina yang berukuran sama.
a. Anisogami, Perkembangbiakan secara generative yang jenis kelaminnya dapat dibedakan dari ukurannya (sel kelamin jantan lebih kecil dari pada sel kelamin betina ).
b. Oogami, Perkembangbiakan antar organisme yang berbeda jenis kelaminnya dan masing-masing jenis telah mempunyai gamet, yaitu gamet jantan (spermatozoid) dan gamet betina (ovum).
A. Fisiologi Alga
Sebagian besar alga ditemukan di perairan, laut maupun air tawar dan lokasinya tergantung pada keberadaan nutrisi, panjang gelombang cahaya dan permukaan substrat untuk tumbuh. Namun ada juga alga yang ditemukan ditanah. Beberapa spesies alga hidup di salju dan es didaerah kutub dan puncaknya gunung. Beberapa alga hidup pada sumber air panas dengan temperatur berkisar 70o C, meskipun temperatur optimal untuk alga termal ini adalah diantara 50-54oC. Alga mempunyai tiga macam pigmen fotosintetik yaitu klorofil, karotenoid dan fikobilin. Semua pigmen fotosintesis ini terdapat pada kloroplas. Seluruh alga memiliki klorofil a yang terdapat pada semua organisme fotosintetik kecuali bakteri fotosintetik. Klorofil yang lain adalah klorofil b,c,d dan e. Ada dua macam karotenoid, yaitu karoten dan xantofil. Ada dua macam fikobilin yaitu fikosianin dan fikoeritrin. Adanya pigmen-pigmen lain dapat menutupi klorofil. Contohnya, beberapa alga berwarna cokelat karena memiliki pigmen xantofil dan karoten dalam jumlah besar menutupi warna hijau yang dipantulkan oleh klorofil. Beberapa alga tidak berwarna dan tidak melakukan proses fotosintesis sehingga dianggap sebagai protozoa oleh beberapailmuwan. Hasil fotosintesis alga disimpan sebagai produk cadangan makanan dalam bentuk granul atau globul dalam sel-selnya. Misalnya, alga hijau biru menyimpan hasil fotosintesisnya dalam bentuk pati. Beberapa alga lain menyimpan hasil fotosintesisnya dalam bentuk minyak atau lemak.
Sebagian besar alga ditemukan di perairan, laut maupun air tawar dan lokasinya tergantung pada keberadaan nutrisi, panjang gelombang cahaya dan permukaan substrat untuk tumbuh. Namun ada juga alga yang ditemukan ditanah. Beberapa spesies alga hidup di salju dan es didaerah kutub dan puncaknya gunung. Beberapa alga hidup pada sumber air panas dengan temperatur berkisar 70o C, meskipun temperatur optimal untuk alga termal ini adalah diantara 50-54oC. Alga mempunyai tiga macam pigmen fotosintetik yaitu klorofil, karotenoid dan fikobilin. Semua pigmen fotosintesis ini terdapat pada kloroplas. Seluruh alga memiliki klorofil a yang terdapat pada semua organisme fotosintetik kecuali bakteri fotosintetik. Klorofil yang lain adalah klorofil b,c,d dan e. Ada dua macam karotenoid, yaitu karoten dan xantofil. Ada dua macam fikobilin yaitu fikosianin dan fikoeritrin. Adanya pigmen-pigmen lain dapat menutupi klorofil. Contohnya, beberapa alga berwarna cokelat karena memiliki pigmen xantofil dan karoten dalam jumlah besar menutupi warna hijau yang dipantulkan oleh klorofil. Beberapa alga tidak berwarna dan tidak melakukan proses fotosintesis sehingga dianggap sebagai protozoa oleh beberapailmuwan. Hasil fotosintesis alga disimpan sebagai produk cadangan makanan dalam bentuk granul atau globul dalam sel-selnya. Misalnya, alga hijau biru menyimpan hasil fotosintesisnya dalam bentuk pati. Beberapa alga lain menyimpan hasil fotosintesisnya dalam bentuk minyak atau lemak.
A. Ciri-ciri Alga
Berseleukariotik (sudahmempunyai membrane sel yang sesungguhnya)
Uniseluler (berselsatu) danmultiseluler (berselbanyak)
Berhabitat di lingkungan air (air lautdan air tawar)
Autotrof (dapatmenghasilkanmakanansendiri, karenamemilikiklorofil).
Bereproduksisecara vegetative (aseksual) dan generative (seksual)
Berseleukariotik (sudahmempunyai membrane sel yang sesungguhnya)
Uniseluler (berselsatu) danmultiseluler (berselbanyak)
Berhabitat di lingkungan air (air lautdan air tawar)
Autotrof (dapatmenghasilkanmakanansendiri, karenamemilikiklorofil).
Bereproduksisecara vegetative (aseksual) dan generative (seksual)
KLASIFIKASI
ALGA
a. Alga yang hidup melayang-layang di permukaan air disebut neuston, sedangkan yang hidup di dasar perairan disebut bersifat bentik. Alga yang bersifat bentik digolongkan menjadi :
a.epilitik (hidup di atas batu)
b. epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
c. epipitik (melekat pada tanaman)
d. epizoik (melekat pada hewan).
a. Alga yang hidup melayang-layang di permukaan air disebut neuston, sedangkan yang hidup di dasar perairan disebut bersifat bentik. Alga yang bersifat bentik digolongkan menjadi :
a.epilitik (hidup di atas batu)
b. epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
c. epipitik (melekat pada tanaman)
d. epizoik (melekat pada hewan).
Berdasarkan habitatnya di
perairan, alga dibedakan atas :
a. alga subaerial, yaitu alga yang hidup di daerah permukaan
b. alga intertidal, yaitu alga yang secara periodik muncul di permukaan karena naik turunnya air akibat pasang surut
c. alga sublitoral, yaitu alga yang hidup di bawah permukaan air
d. alga edafik, yaitu alga yang hidup di dalam tanah.
a. alga subaerial, yaitu alga yang hidup di daerah permukaan
b. alga intertidal, yaitu alga yang secara periodik muncul di permukaan karena naik turunnya air akibat pasang surut
c. alga sublitoral, yaitu alga yang hidup di bawah permukaan air
d. alga edafik, yaitu alga yang hidup di dalam tanah.
Beberapa jenis alga dapat
bersimbiosis dengan organisme lainnya. Misalnya, Chlorella sp. hidup
bersama Paramecium, Hydra, atau Mollusca; alga Platymonas
sp. hidup bersama cacing pipih Convoluta roscoffensis.
Alga ada yang bersel tunggal
(uniseluler), membentuk koloni berupa filamen (kumpulan sel berbentuk benang)
atau koloni yang tidak membentuk filamen. Alga uniseluler ada yang dapat
bergerak atas kekuatan sendiri (motil) dan ada yang tidak dapat bergerak
(nonmotil). Alga uniseluler yang mikroskopis tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang. Sebaliknya, ada alga yang membentuk koloni berupa. filamen
berukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Sel yang
terletak paling bawah padafilamen membentuk alat khusus untuk menempel pada
batu, batang pohon, pasir, atau lumpur. Alat tersebut dinamakan pelekap.
Koloni alga yang tidak membentuk filamen umumnya berbentuk bola atau pipih
tanpa pelekap.
A.Kelompok-kelompok Alga
Alga memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu, alga juga memiliki pigmen lain yang dominan. Berdasarkan dominansi pigmennya, alga dapat dibedakan menjadi alga cokelat, alga merah, alga keemasan, diatom, dan alga hijau.
a. Alga Cokelat (Phaeophyta)
Alga memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu, alga juga memiliki pigmen lain yang dominan. Berdasarkan dominansi pigmennya, alga dapat dibedakan menjadi alga cokelat, alga merah, alga keemasan, diatom, dan alga hijau.
a. Alga Cokelat (Phaeophyta)

gambar alga cokelat
Warna alga cokelat
ditimbulkan oleh adanya pigmen cokelat (fukosantin) yang secara dominan
menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. Selain fukosantin, alga
cokelat juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a, klorofil c,
violasantin, beta-karoten, dan diadinosantin.Alga cokelat merupakan
alga yang memiliki talus terbesar dibandingkan jenis alga lainnya. Pada kondisi
yang sesuai,Macrocystis sp. atau alga cokelat raksasa dapat mencapai
panjang 100 meter dan kecepatan tumbuh mencapai 15 cm per hari. Alga cokelat
yang sering ditemukan di tepi pantai sedang mengalami fase diploid dari siklus
hidupnya.
Ciri-ciri alga
cokelat
Ciri-ciri alga cokelat adalah sebagai berikut.
a. Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Berbentuk tegak, bercabang, atau filamen tidak bercabang.
b. Memiliki kloroplas tunggal. Ada kloroplas yang berbentuk lempengan diskoid (cakram) dan ada pula yang berbentuk benang.
c. Memiliki pirenoid yang terdapat di dalam kloroplas. Pirenoid merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan yang terdapat pada alga ini berupa laminarin.
d. Bagian dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antarsel terdapat asamalginat (algin).
e. Mempunyai jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan transportasi pada tumbuhan darat.
Ciri-ciri alga cokelat adalah sebagai berikut.
a. Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Berbentuk tegak, bercabang, atau filamen tidak bercabang.
b. Memiliki kloroplas tunggal. Ada kloroplas yang berbentuk lempengan diskoid (cakram) dan ada pula yang berbentuk benang.
c. Memiliki pirenoid yang terdapat di dalam kloroplas. Pirenoid merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan yang terdapat pada alga ini berupa laminarin.
d. Bagian dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antarsel terdapat asamalginat (algin).
e. Mempunyai jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan transportasi pada tumbuhan darat.
1. Habitat
Alga cokelat umumnya hidup di air laut, terutama laut yang bersuhu agak dingin dan sedang. Hanya ada beberapa jenis alga cokelat yang hidup di air tawar. Di daerah subtropis, alga cokelat hidup di daerah intertidal, yaitu daerah literal sampai sublitoral. Di daerah tropis, alga cokelat biasanya hidup di kedalaman 220 meter pada air yang jernih.
Alga cokelat umumnya hidup di air laut, terutama laut yang bersuhu agak dingin dan sedang. Hanya ada beberapa jenis alga cokelat yang hidup di air tawar. Di daerah subtropis, alga cokelat hidup di daerah intertidal, yaitu daerah literal sampai sublitoral. Di daerah tropis, alga cokelat biasanya hidup di kedalaman 220 meter pada air yang jernih.
2.Cara hidup
Alga cokelat bersifat autotrof. Foto-sintesis terjadi di helaian yang menyerupai daun. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ke tangkai yang menyerupai batang.
Alga cokelat bersifat autotrof. Foto-sintesis terjadi di helaian yang menyerupai daun. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ke tangkai yang menyerupai batang.
3.Peranan alga cokelat dalam kehidupan
Alga cokelat bermanfaat bagi industri makanan dan farmasi. Algin (asam alginat) yang merupakan bagian koloid dari alga cokelat digunakan dalam pembuatan es krim, pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, losion, dan krem sehabis bercukur. Selain itu, alga cokelat digunakan untuk makanan ternak dan sebagai pupuk karena kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi sedangkan fosfornya rendah.
Alga cokelat bermanfaat bagi industri makanan dan farmasi. Algin (asam alginat) yang merupakan bagian koloid dari alga cokelat digunakan dalam pembuatan es krim, pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, losion, dan krem sehabis bercukur. Selain itu, alga cokelat digunakan untuk makanan ternak dan sebagai pupuk karena kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi sedangkan fosfornya rendah.
4.Reproduksi
Reproduksi pada alga cokelat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan pembentukan zoosporaberflagela dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual terjadi secara oogami atau isogami. Reproduksi seksual alga cokelat hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat tinggi. Contohnya adalah reproduksi pada Fucus vesiculosus. Selain berkembang biaksecara aseksual dengan fragmentasi, Fucus vesiculosus juga berkembang biak dengan cara seksual dengan oogami.
Reproduksi pada alga cokelat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan pembentukan zoosporaberflagela dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual terjadi secara oogami atau isogami. Reproduksi seksual alga cokelat hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat tinggi. Contohnya adalah reproduksi pada Fucus vesiculosus. Selain berkembang biaksecara aseksual dengan fragmentasi, Fucus vesiculosus juga berkembang biak dengan cara seksual dengan oogami.
Proses oogami adalah sebagai
berikut. Ujung lembaran talus yang fertil membentuk reseptakel, yaitu
badan yang mengandung alat pembiak. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel
yang mengandung anteridium yang menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid)
dan oogonium yang menghasilkan sel telur dan benang-benang mandul (parafisis).Anteridium
berupa sel-sel berbentuk jorong yang terletak rapat satu sama lain pada filamen
pendek bercabang-cabang yang muncul dari dasar dan tepi konseptakel. Tiap
anteridium menghasilkan 64 spermatozoid.
Oogonium berupa badan yang
duduk di atas tangkai. Oogonium jumlahnya sangat banyak dan tiap oogonium
mengandung 8 sel telur. Akan tetapi, hanya 40% dari sel telur yang dapat
dibuahi dan hanya 1 atau 2 dari setiap 100.000 spermatozoid dapat membuahi sel
telur. Zigot lalu membentuk dinding selulosa dan pektin, kemudian melekat pada
suatu substrat dan tumbuh menjadi individu baru yang diploid.
Contoh alga cokelat, antara
lain:
a) Fucus serratus
b) Macrocystis pyrifera
c) Sargassum vulgare
d) Turbinaria decurrens
a) Fucus serratus
b) Macrocystis pyrifera
c) Sargassum vulgare
d) Turbinaria decurrens
Phaeophyta memiliki pigmen
dominan fukosantin, bertalus terbesar di antara alga yang ada, dan memilliki
pirenoid untuk menyimpan laminari di ruang antarsel.Sargassum merupakan genus
dengan anggota lebih dari 150 spesies. Alga ini banyak terdapat di perairan
tropis dan subtropis, misalnya lautan Atlantik sebelah barat, yaitu laut
Sargasso.Sargassum muticum adalah salah satu contoh gulma laut yang
berasal dari Jepang. Saat ini, alga tersebut sudah tersebar di pantai barat
Amerika Utara dan Inggris.
Ciri-ciri Sargassum :
a) bentuk talus seperti pohon
b) batang utama pipih, mempunyai bagian seperti daun di sisi samping
c) kantong udara berbentuk bulat
d) reseptakel mempunyai modifikasi cabang yang berbentuk bulat
e) konseptakel terdapat di ujung cabang-cabang
f) hidup di daerah literal dan sublitoral
g) hidup melayang di air atau melekat pada substrat.
Sargassum yang hidup melayang tidak dapat bereproduksi secara seksual tetapi dapat melakukan fragmentasi (Solomon et al. 2005).
a) bentuk talus seperti pohon
b) batang utama pipih, mempunyai bagian seperti daun di sisi samping
c) kantong udara berbentuk bulat
d) reseptakel mempunyai modifikasi cabang yang berbentuk bulat
e) konseptakel terdapat di ujung cabang-cabang
f) hidup di daerah literal dan sublitoral
g) hidup melayang di air atau melekat pada substrat.
Sargassum yang hidup melayang tidak dapat bereproduksi secara seksual tetapi dapat melakukan fragmentasi (Solomon et al. 2005).
b. Alga Merah (Rhodophyta)

gambar alga merah
Alga merah berwarna merah
sampai ungu, tetapi ada juga yang lembayung atau kemerah-merahan. Kromatofora
berbentuk cakram atau lembaran dan mengandung klorofil a, klorofil b, serta
karotenoid. Akan tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoeritrin
sebagai pigmen utama yang mengadakan fluoresensi. Jenis Rhodophyta tertentu
memiliki fikosianin yang memberi warna biru.
1. Ciri-ciri alga merah
a. Talus berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
b. Banyak alga merah yang tubuhnya dilapisi kalsium karbonat.
c. Tidak memiliki flagela.
d. Dinding sel terdiri dari komponen yang berlapis-lapis. Dinding sel sebelah dalam tersusun dari mikrofibril, sedangkan sisi luar tersusun dari lendir. Komponen kimia mikroribril terutama adalah xilan, sedangkan komponen kimia dinding mikrofibril luarnya adalah manan. Dinding sel alga merah mengandung polisakarida tebal dan lengket yang bernilai komersial.
e. Memiliki pigmen fotosintetik fikobilin dan memiliki pirenoid yang terletak di dalam kloroplas. Pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi. Hasil asimilasinya adalah sejenis karbohidrat yang disimpan dalam bentuk tepung fluorid, fluoridosid (senyawa gliserin dan galaktosa), dan tetes minyak. Tepung fluorid jika ditambah lodium menunjukkan warna kemerah-merahan.
a. Talus berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
b. Banyak alga merah yang tubuhnya dilapisi kalsium karbonat.
c. Tidak memiliki flagela.
d. Dinding sel terdiri dari komponen yang berlapis-lapis. Dinding sel sebelah dalam tersusun dari mikrofibril, sedangkan sisi luar tersusun dari lendir. Komponen kimia mikroribril terutama adalah xilan, sedangkan komponen kimia dinding mikrofibril luarnya adalah manan. Dinding sel alga merah mengandung polisakarida tebal dan lengket yang bernilai komersial.
e. Memiliki pigmen fotosintetik fikobilin dan memiliki pirenoid yang terletak di dalam kloroplas. Pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi. Hasil asimilasinya adalah sejenis karbohidrat yang disimpan dalam bentuk tepung fluorid, fluoridosid (senyawa gliserin dan galaktosa), dan tetes minyak. Tepung fluorid jika ditambah lodium menunjukkan warna kemerah-merahan.
2. Cara hidup
Alga merah umumnya bersifat autotrof. Akan tetapi ada pula yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya bersifat parasit pada alga lain.
Alga merah umumnya bersifat autotrof. Akan tetapi ada pula yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya bersifat parasit pada alga lain.
3. Habitat
Alga merah umumnya hidup di laut yang dalam, lebih dalam daripada tempat hidup alga cokelat. Sepertiga dari 2500 spesies yang telah diketahui, hidup di perairan tawar dan ada juga yang hidup di tanah. Biasanya organisme ini merupakan penyusun terumbu karang laut dalam.Alga merah berperan penting dalam pembentukan endapan berkapur, baik di lautan maupun di perairan tawar.
Alga merah umumnya hidup di laut yang dalam, lebih dalam daripada tempat hidup alga cokelat. Sepertiga dari 2500 spesies yang telah diketahui, hidup di perairan tawar dan ada juga yang hidup di tanah. Biasanya organisme ini merupakan penyusun terumbu karang laut dalam.Alga merah berperan penting dalam pembentukan endapan berkapur, baik di lautan maupun di perairan tawar.
4. Reproduksi
Alga merah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pembentukan dua anteridium pada ujung-ujung cabang talus. Anteridium menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatium. Gametangium betina disebut karpogonium yang terdapat pada ujung cabang lain.
Alga merah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pembentukan dua anteridium pada ujung-ujung cabang talus. Anteridium menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatium. Gametangium betina disebut karpogonium yang terdapat pada ujung cabang lain.
Karpogonium terdiri dari
satu sel panjang. Bagian karpogonium bawah membesar seperti botol, sedangkan
bagian atasnya membentuk gada atau benang dan dinamakan trikogen. Inti
sel telur terdapat di bagian bawah yang membesar seperti botol.
Spermatium mencapai trikogen
karena terbawa air (pergerakan secara pasif). Spermatium kemudian melekat pada
trikogen. Setelah dinding perlekatan terlarut, seluruh protoplasma spermatium
masuk dalam karpogonium. Setelah terjadi pembuahan, terbentuklah sumbat di
bagian bawah. karpogonium. Sumbat itu memisahkan karpogonium dan trikogen.
Zigot hasil pembuahan akan membentuk benang-benang sporogen. Dalam sel-sel di
ujung benang sporogen itu, terbentuk spora yang masing-masing memiliki satu
inti dan satu plastida; spora tersebut dinamakan karpospora. Karpospora
akhirnya keluar dari sel-sel ujung benang sporogen sebagai protoplasma
telanjang berbulu cambuk. Karpospora ini mula-mula berkecambah menjadi
protalium yang akhirnya tumbuh menjadi individu baru lengkap dengan alat-alat
generatifnya.
Reproduksi aseksual terjadi
dengan membentuk tetraspora. Tetraspora akan menjadi gametangium jantan
dan gametangium betina. Gametangium jantan dan betina akan bersatu
membentukkarposporofit. Karposporofit kemudian menghasilkan tetraspora, Contoh
anggota-anggota Rhodophyta antara lain: Corrallina, Palmaira,
Batrachospermum moniliforme, Gelidium, Gracilaria, Eucheuma, dan
Scicania furcellata.
5. Peranan alga merah dalam kehidupan
Alga merah jenis tertentu dapat menghasilkan agar yang dimanfaatkan antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik, misalnya Eucheuma spinosum. Di beberapa negara, misalnya Jepang, alga merah ditanam sebagai sumber makanan. Selain itu juga dipakai dalam industri agar, yaitu sebagai bahan yang dipakai untuk mengeraskan/memadatkan media pertumbuhan bakteri. Beberapa alga merah yang dikenal dengan sebutan alga koral menghasilkan kalsium karbonat di dinding selnya. Kalsium karbonat ini sangat kuat dalam mengatasi terjangan ombak. Kelebihan ini menjadikan alga kural memiliki peran penting dalam pembentukan terumbu karang (Campbell et al. 2003; Solomon et al. 2005).Rhodophyta berpigmen dominan fikoeritrin, mempunyai pirenoid untuk menyimpan tepung fluorid dan fluoridosid. Alga merah tidak menghasilkan sel yang motil.
Alga merah jenis tertentu dapat menghasilkan agar yang dimanfaatkan antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik, misalnya Eucheuma spinosum. Di beberapa negara, misalnya Jepang, alga merah ditanam sebagai sumber makanan. Selain itu juga dipakai dalam industri agar, yaitu sebagai bahan yang dipakai untuk mengeraskan/memadatkan media pertumbuhan bakteri. Beberapa alga merah yang dikenal dengan sebutan alga koral menghasilkan kalsium karbonat di dinding selnya. Kalsium karbonat ini sangat kuat dalam mengatasi terjangan ombak. Kelebihan ini menjadikan alga kural memiliki peran penting dalam pembentukan terumbu karang (Campbell et al. 2003; Solomon et al. 2005).Rhodophyta berpigmen dominan fikoeritrin, mempunyai pirenoid untuk menyimpan tepung fluorid dan fluoridosid. Alga merah tidak menghasilkan sel yang motil.
c. Alga Keemasan
(Chrysophyta)

gambar alga keemasan
Chrysophyta diambil dari
kata Yunani chrysos yang berarti emas. Kelompok alga keemasan memiliki
keragaman komposisi pigmen, dinding sel, dan tipe flagela sel. Alga keemasan
mengandung klorofil a dan c, karoten, dan santofil.
1). Ciri-ciri alga keemasan
Ciri-ciri alga keemasan adalah sebagai berikut :
a. Bentuk talus ada yang berupa batang atau telapak tangan.
b. Alga keemasan yang bersel satu ada yang memiliki 2 flagela heterodinamik, yaitu sebagai berikut.
1.Satu flagela mempunyai tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema. Flagela seperti ini disebut pleuronematik. Flagela pleuronematik mengarah ke anterior.Satu flagela lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik, mengarah ke posterior.
2. Kedua flagela heterodinamik ini ada yang hampir sama panjangnya (contohnya pada synura) ada pula yang sedikit berbeda panjangnya (contohnya pada Ochromonas). Tidak semua alga. keemasan memiliki flagela heterodinamik, ada pula yang hanya mempunyai satu flagela atau dua flagela yang sama bentuknya.
c) Pada kloropas alga keemasan jenis tertentu, ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan. Persediaan makanan berupa krisolaminarin (dahulu disebut leukosin). Selain itu di dalam vakuola terdapat tetes-tetes minyak.
Ciri-ciri alga keemasan adalah sebagai berikut :
a. Bentuk talus ada yang berupa batang atau telapak tangan.
b. Alga keemasan yang bersel satu ada yang memiliki 2 flagela heterodinamik, yaitu sebagai berikut.
1.Satu flagela mempunyai tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema. Flagela seperti ini disebut pleuronematik. Flagela pleuronematik mengarah ke anterior.Satu flagela lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik, mengarah ke posterior.
2. Kedua flagela heterodinamik ini ada yang hampir sama panjangnya (contohnya pada synura) ada pula yang sedikit berbeda panjangnya (contohnya pada Ochromonas). Tidak semua alga. keemasan memiliki flagela heterodinamik, ada pula yang hanya mempunyai satu flagela atau dua flagela yang sama bentuknya.
c) Pada kloropas alga keemasan jenis tertentu, ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan. Persediaan makanan berupa krisolaminarin (dahulu disebut leukosin). Selain itu di dalam vakuola terdapat tetes-tetes minyak.
2. Habitat
Habitatnya di air tawar atau air laut, serta tempat-tempat yang basah.
Habitatnya di air tawar atau air laut, serta tempat-tempat yang basah.
3). Cara hidup
Alga keemasan hidup secara autotrof. Artinya dapat mensintesis makanan sendiri karena memiliki klorofil untuk berfoto-sintesis. Klorofil yang dimilikinya antara lain klorofil a, klorofil c, dan karotenoid, termasuk juga fukbsantin.
Alga keemasan hidup secara autotrof. Artinya dapat mensintesis makanan sendiri karena memiliki klorofil untuk berfoto-sintesis. Klorofil yang dimilikinya antara lain klorofil a, klorofil c, dan karotenoid, termasuk juga fukbsantin.
4). Reproduksi
Reproduksi pada alga keemasan dapat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan cara membelah diri menghasilkan spora motil berflagela, yang disebut zoospora. Reproduksi seksual dengan cara membentuk sel khusus yang disebut aukospora. Aukospora adalah zigot yang dilindungioleh suatu dinding sel yang berbeda dengan dinding sel pada umumnya.
Reproduksi pada alga keemasan dapat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan cara membelah diri menghasilkan spora motil berflagela, yang disebut zoospora. Reproduksi seksual dengan cara membentuk sel khusus yang disebut aukospora. Aukospora adalah zigot yang dilindungioleh suatu dinding sel yang berbeda dengan dinding sel pada umumnya.
5). Peranan alga keemasan dalam kehidupan
Alga keemasan merupakan penyusun utama plankton yang berperan penting sebagai produsen di lingkungan perairan laut (Raven et al. 2005; Solomon e( al. 2005).
Alga keemasan merupakan penyusun utama plankton yang berperan penting sebagai produsen di lingkungan perairan laut (Raven et al. 2005; Solomon e( al. 2005).
d. Diatom (Bacillariophyta)
Inti sel dan kloropas diatom berwarna cokelat keemasan, tetapi ada juga yang berwarna hijau kekuningan atau cokelat tua. Sebagian besar diatom bersifat uni-seluler, walaupun ada juga yang berkoloni.
1). Ciri-ciri umum diatom
Talus bersel satu. Struktur talus terdiri dari dua bagian, yaitu wadah (kotak) disebut hipoteka dan tutupnya disebut epiteka. Epiteka berukuran lebih besar daripada hipoteka. Di antara dua kotak dan tutup terdapat rafe atau celah, dindingnya mengandung zat kersik (silika).Inti sel berada di pusat sitoplasma,Kloroplasnya mempunyai bentuk yang bervariasi, yaitu seperti cakram, seperti huruf H, periferal, dan pipih.
Inti sel dan kloropas diatom berwarna cokelat keemasan, tetapi ada juga yang berwarna hijau kekuningan atau cokelat tua. Sebagian besar diatom bersifat uni-seluler, walaupun ada juga yang berkoloni.
1). Ciri-ciri umum diatom
Talus bersel satu. Struktur talus terdiri dari dua bagian, yaitu wadah (kotak) disebut hipoteka dan tutupnya disebut epiteka. Epiteka berukuran lebih besar daripada hipoteka. Di antara dua kotak dan tutup terdapat rafe atau celah, dindingnya mengandung zat kersik (silika).Inti sel berada di pusat sitoplasma,Kloroplasnya mempunyai bentuk yang bervariasi, yaitu seperti cakram, seperti huruf H, periferal, dan pipih.
2). Habitat
Hidup di air tawar, laut, dan daratan yang lembab sebagai plankton atau bentos.
Hidup di air tawar, laut, dan daratan yang lembab sebagai plankton atau bentos.
3). Cara hidup
Diatom termasuk organisme autotrof karena memiliki pigmen-pigmen fotosintesis. Pigmen fotosintensisnya adalah klorofil a, klorofil c, karoten, fukosantin, diatoksantin, dan diadi-noksantin.
Diatom termasuk organisme autotrof karena memiliki pigmen-pigmen fotosintesis. Pigmen fotosintensisnya adalah klorofil a, klorofil c, karoten, fukosantin, diatoksantin, dan diadi-noksantin.
4). Reproduksi
Reproduksi diatom terjadi secara seksual dan aseksual. Pada saat diatom bereproduksi secara aseksual melalui mitosis, hipoteka dan epiteka memisah. Setiap bagian akan membentuk bagian baru di dalam bagian yang lama. Artinya, hipoteka sel lama menjadi epiteka sel baru dan epiteka sel lama tetap menjadi epiteka sel baru. Jadi, salah satu sel anakan berukuran tetap, sedangkan satu sel anakan lainnya berukuran lebih kecil daripada sel induknya. Pembelahan mitosis terus berlangsung sampai terbentuk sel anakan yang berukuran sekitar 30% dari besar sel aslinya. Setelah mencapai ukuran minimum tersebut, diatom kemudian bereproduksi secara seksual. Sel diatom menghasilkan sperma dan telur. Sperma kemudian bergabung dengan telur membentuk zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi berukuran normal seperti aslinya. Setelah diatom mencapai ukuran normal, diatom akan kembali melakukan reproduksi aseksual melalui pembelahan mitosis.
Reproduksi diatom terjadi secara seksual dan aseksual. Pada saat diatom bereproduksi secara aseksual melalui mitosis, hipoteka dan epiteka memisah. Setiap bagian akan membentuk bagian baru di dalam bagian yang lama. Artinya, hipoteka sel lama menjadi epiteka sel baru dan epiteka sel lama tetap menjadi epiteka sel baru. Jadi, salah satu sel anakan berukuran tetap, sedangkan satu sel anakan lainnya berukuran lebih kecil daripada sel induknya. Pembelahan mitosis terus berlangsung sampai terbentuk sel anakan yang berukuran sekitar 30% dari besar sel aslinya. Setelah mencapai ukuran minimum tersebut, diatom kemudian bereproduksi secara seksual. Sel diatom menghasilkan sperma dan telur. Sperma kemudian bergabung dengan telur membentuk zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi berukuran normal seperti aslinya. Setelah diatom mencapai ukuran normal, diatom akan kembali melakukan reproduksi aseksual melalui pembelahan mitosis.
5. Peran diatom dalam kehidupan
Diatom yang mati di lautan akan mengendap di dasar laut menjadi tanah diatom. Tanah diatom berguna sebagai bahanpenggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat, dinamit, pembuat saringan, bahan penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis dan piringan hitam (Mader 2004; Solomon et al. 2005).
Diatom yang mati di lautan akan mengendap di dasar laut menjadi tanah diatom. Tanah diatom berguna sebagai bahanpenggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat, dinamit, pembuat saringan, bahan penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis dan piringan hitam (Mader 2004; Solomon et al. 2005).
e. Alga Hijau
(Chlorophyta)

gambar alga hijau
Alga hijau memiliki pigmen,
hasil metabolisme, dan struktur dinding sel yang mirip dengan tumbuhan darat.
Berdasarkan data molekuler saat ini, banyak ilmuwan yang memasukkan kelompok
ini dalam kingdom Plantae.
1). Ciri-ciri alga hijau|
Ciri-ciri Chlorophyta adalah sebagai berikut :
Ada yang bersel satu, ada yang membentuk koloni.Bentuk tubuhnya ada yang bulat, filamen, lembaran, dan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi.Bentuk dan ukuran kloroplas beraneka ragam, ada yang seperti mangkok, busa, jala, atau bintang. Di dalam kloroplas terdapat ribosom dan DNA. Selain itu terdapat pirenoid sebagai tempat penyimpanan hasil asimilasi yang berupatepung dan lemak. Organel lainnya adalah badan Golgi, mitokondria, dan retikulum endo-plasma.Pada sel reproduktif yang motil terdapat pigmen yang disebut stigma (bintik mata merah).Di dalam sitoplasma sel yang dapat bergerak terdapat vakuola kontraktil, Vakuola kontraktil berfungsi sebagai alat osmoregulasi.Inti sel alga hijau memiliki dinding, sehingga bentuknya tetap. Inti yang demikian disebut eukarion.Pada alga hijau yang motil terdapat dua flagela yang sama panjang.
Ciri-ciri Chlorophyta adalah sebagai berikut :
Ada yang bersel satu, ada yang membentuk koloni.Bentuk tubuhnya ada yang bulat, filamen, lembaran, dan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi.Bentuk dan ukuran kloroplas beraneka ragam, ada yang seperti mangkok, busa, jala, atau bintang. Di dalam kloroplas terdapat ribosom dan DNA. Selain itu terdapat pirenoid sebagai tempat penyimpanan hasil asimilasi yang berupatepung dan lemak. Organel lainnya adalah badan Golgi, mitokondria, dan retikulum endo-plasma.Pada sel reproduktif yang motil terdapat pigmen yang disebut stigma (bintik mata merah).Di dalam sitoplasma sel yang dapat bergerak terdapat vakuola kontraktil, Vakuola kontraktil berfungsi sebagai alat osmoregulasi.Inti sel alga hijau memiliki dinding, sehingga bentuknya tetap. Inti yang demikian disebut eukarion.Pada alga hijau yang motil terdapat dua flagela yang sama panjang.
2). Habitat
Habitat alga ini di air tawar, air laut, dan tanah-tanah yang basah. Ada pula yang hidup di tempat yang kering.
Habitat alga ini di air tawar, air laut, dan tanah-tanah yang basah. Ada pula yang hidup di tempat yang kering.
3). Cara hidup
Alga hijau hidup secara autotrof. Alga ini berwarna hijau karena adanya klorofil a, b, beta-karoten, dan santofil. Ada pula yang bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak.
Alga hijau hidup secara autotrof. Alga ini berwarna hijau karena adanya klorofil a, b, beta-karoten, dan santofil. Ada pula yang bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak.
4). Reproduksi
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan zoospora, yaitu spora yang dapat bergerak atau berpindah tempat. Zoospora berbentuk seperti buah pir yang memiliki dua sampai empat bulu cambuk, vakuola kontraktil, dan satu bintik mata berwarna merah (stigma).Reproduksi seksual berlangsung dengan konjugasi, yaitu bersatunya zigospora. Zigospora tidak mempunyai alat gerak.
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan zoospora, yaitu spora yang dapat bergerak atau berpindah tempat. Zoospora berbentuk seperti buah pir yang memiliki dua sampai empat bulu cambuk, vakuola kontraktil, dan satu bintik mata berwarna merah (stigma).Reproduksi seksual berlangsung dengan konjugasi, yaitu bersatunya zigospora. Zigospora tidak mempunyai alat gerak.
5). Peranan alga hijau dalam kehidupan
Sifat alga hijau yang autotrof menjadikannya sebagai produsen penting, di manapun habitatnya.Contoh beberapa jenis alga hijau antara lain Spirogyra, Volvox, Chlamydomonas, Ulva, dan Stigeoclonium.
Ciri-ciri dan Perbedaan Alga
Cokelat, Merah, Keemasan, Hijau, dan Diatom :
|
Ciri-ciri
|
Alga cokelat (Phaeophyta)
|
Alga merah (Rhodophyta)
|
Alga keemasan (Chrysophyta)
|
Alga hijau (Chlorophyta)
|
Diatom (Bacillariophyta)
|
|
Contoh
|
Turbinaria
Fucus Sargassum
|
Gracilaria
Gelidium Eucheuma
|
Navicula
Pinnularia Synura
|
Chlorella
Ulva Spirogyra
|
Actinastrum
Desmidium Bacteriastrum
|
|
Pigmen
|
klorot’il
a dan c, fukosantin, karolen, . sanlofil
|
klorofil a
dan b, karotenoid, fikosianin, fikoeritrin
|
klorofil a
dan c, B-karoten, santofil
|
klorofil
a, b, B-karoten, santofil
|
klorofil a
dan c, karotenoid, fukosatin, diatoksantin, diadinoksantin
|
|
Habitat
|
pantai,
air laut, air tawar
|
air tawar
dan air laut
|
air tawar
dan air laut
|
90% di air
tawar dan 10% di laut
|
air tawar
dan air laut
|
|
Bentuk
talus
|
benang
atau seperti tumbuhan tingkat tinggi
|
benang
atau seperti tumbuhan tingkat tinggi
|
batang
atau seperti telapak tangan
|
benang,
lembaran, bola
|
talus
terdiri dari 2 bagian, epiteka dan hipoteka
|
|
Reproduksi
1.
aseksual
|
zoospora
berflagela dua dan fragmentasi
|
spora
haploid
|
zoospora
berflagela banyak
|
zoospora
|
pembelahan
hipoteka dan epiteka
|
|
2. seksual
|
Isogami/
oogami
|
persatuan
sel spermatium dan karpogonium
|
persatuan
sel sperma dan ovum
|
konjugasi
|
persatuan
sel sperma dan ovum
|
|
Dinding
sel
|
selulosa,
asam alginat
|
manan dan
xilan
|
kersik/silika
|
selulosa
|
silika
(kersik)
|
|
Peranan
|
Fitoplankton
dalam ekosistem air, asam alginat untuk industri makanan, farmasi, dan pupuk
|
bahan
agar-agar dan sup
|
plankton,
produsen di perairan laut
|
fitoplankton
dalam ekosistem air, bahan makanan
|
bahan
isolasi, penyekat dinamit, penggosok
|
Alga yang
Menguntungkan
Chlorella dimanfaatkansebagaibahanmakanantambahan (food supplement) karenamengandung protein yang tinggi.
Spirogyra dimanfaatkansebagaibahansayuran, Karenadapatberfotosintesis.
Naviculadimanfaatkansebagaipenyeraptrinitrogliserin (TNT) padabahanpeledak.Selainitudimanfaatkansebagaicampuran semen dansebagaibahanpenggosok.
Laminariadimanfaatkan di bidangindustrytekstil (bahanpembuat gel, seperti hand and body), bidangmakanan (ice cream), dandimanfaatkanuntukmembuatobat-obatankarenamenghasilkangaram sodium, potassium, dan iodine.
Gelidiumdimanfaatkansebagaibahanpembuat agar-agar yang dapatdimakan.
Eucheumadimanfaatkansebagaibahanpembuat agar-agar untukkeperluanlaboratorium.
Gracillariadimanfaatkansebagaibahancampuranuntukesrumputlaut.
Chlorella dimanfaatkansebagaibahanmakanantambahan (food supplement) karenamengandung protein yang tinggi.
Spirogyra dimanfaatkansebagaibahansayuran, Karenadapatberfotosintesis.
Naviculadimanfaatkansebagaipenyeraptrinitrogliserin (TNT) padabahanpeledak.Selainitudimanfaatkansebagaicampuran semen dansebagaibahanpenggosok.
Laminariadimanfaatkan di bidangindustrytekstil (bahanpembuat gel, seperti hand and body), bidangmakanan (ice cream), dandimanfaatkanuntukmembuatobat-obatankarenamenghasilkangaram sodium, potassium, dan iodine.
Gelidiumdimanfaatkansebagaibahanpembuat agar-agar yang dapatdimakan.
Eucheumadimanfaatkansebagaibahanpembuat agar-agar untukkeperluanlaboratorium.
Gracillariadimanfaatkansebagaibahancampuranuntukesrumputlaut.
Alga yang
Merugikan
Alga hijaudapatmengganggusuatuperairan yang terlalusubur, karena alga inidapatmerubahwarnaairnyadanmenimbulkanbau.
Alga merahbilaterbanyakjumlahnya di lautakanmenyerap O2, sehinggamenyebabkanpopulasihewan yang ada di laut (ikan) akanberkurang / mati.
Alga hijaudapatmengganggusuatuperairan yang terlalusubur, karena alga inidapatmerubahwarnaairnyadanmenimbulkanbau.
Alga merahbilaterbanyakjumlahnya di lautakanmenyerap O2, sehinggamenyebabkanpopulasihewan yang ada di laut (ikan) akanberkurang / mati.
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Fungi merupakan mikroorganisme eukariota yang sebagian besar bersifat multiseluler. Fungi atau cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Secara umum Fungi hidup dengan 3 cara yaitu sebagi saprofit, parasitik dan diomorfis. Fungi adalah heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorpsi).Fungi menempati lingkungan yang sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme baik di darat maupun di air. Sebagian besar fungi adalah organisem multiseluler dengan hifa yang dibagi menjadi sel-sel oleh dinding yang bersilangan atau septa. Dinding sel pada fungi dilindungi oleh Selulosa dan Kitin (polisakarida yang mengandung unsur N). Fungi dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu cara seksual dan aseksual.Berdasarkan pada cara dan ciri reproduksinya terdapat empat kelas cendawan sejati atau berfilamen di dalam dunia Fungi yaitu: Phycomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes.
Fungi merupakan mikroorganisme eukariota yang sebagian besar bersifat multiseluler. Fungi atau cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Secara umum Fungi hidup dengan 3 cara yaitu sebagi saprofit, parasitik dan diomorfis. Fungi adalah heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorpsi).Fungi menempati lingkungan yang sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme baik di darat maupun di air. Sebagian besar fungi adalah organisem multiseluler dengan hifa yang dibagi menjadi sel-sel oleh dinding yang bersilangan atau septa. Dinding sel pada fungi dilindungi oleh Selulosa dan Kitin (polisakarida yang mengandung unsur N). Fungi dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu cara seksual dan aseksual.Berdasarkan pada cara dan ciri reproduksinya terdapat empat kelas cendawan sejati atau berfilamen di dalam dunia Fungi yaitu: Phycomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes.
Alga
adalah protista yang mirip dengan
tumbuhan, karena tubuhnya terdapat talus (bagian tubuhnya tidak dapat dibedakan
antara akar, batang, dandaun).Ciri-ciri alga, seperti bersel eukariotik, uniseluler
dan multiseluler, berhabitat air laut maupun air tawar, autotrof, dan
bereproduksi secara vegetative dan generative.Klasifikasi alga ada empat, yaitu
Chlorophyta (Alga Hijau), Chrysophyta (Alga Keemasan), Phaeophyta (Alga
Cokelat), dan Rhodophyta (Alga Merah).Alga ada yang menguntungkan (sepertiChlorella,
Spirogyra, Navicula,dll) danada yang merugikan (seperti alga hijaudan alga
merah).
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta:
Erlangga
Kimball, John W. 1999. Biologi jilid 3. Jakarta:
Erlangga
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI-Press. Hal: 131
Unila.silabuscom
Komentar
Posting Komentar